Friday, September 9, 2011


TARIAN THE JUPITERS MELUKIS LANGIT LOSARI


ULU JUKU'


Ulu Juku' terdengar aneh di telinga The Jupiters, namun tidak begitu bagi masyarakat yang tinggal di Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya. Ulu artinya kepala dalam bahasa sehari-hari masyarakat Makassar dan Juku' artinya ikan. Hari pertama the Jupiters di Makassar disambut dengan hidangan sop kepala ikan yang lezat khas Makassar di restoran yang cukup terkenal di Makassar yaitu restoran Ulu Juku' oleh komandan Lanud Hasanuddin Marsma TNI Barhim. Malam itu seluruh team Jupiters yang baru landing di Makassar dalam rangka memeriahkan upacara pembukaan Makassar internasional parachuting accuracy water landing championship and boogie jump yang masuk dalam rangkaian event festival bahari mulai tanggal 12 sampai 18 September 2011 di pantai Losari memang dijamu secara khusus sebagai ucapan selamat datang di kota terbesar di wilayah timur Indonesia itu.

Ferry Flight Adisutjipto – Hasanuddin

Perjalanan dari lanud Adisutjipto menuju Lanud hasanuddin merupakan sejarah baru bagi The Jupiters dan menjadi perjalanan yang sangat luar biasa bagi pesawat KT 1 B karena ini adalah perjalanan melintasi laut Jawa yang pertama sejak pesawat ini memperkuat jajaran Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto. Rute yang di tempuh adalah military route melalui Java south coast . Rute tersebut melewati Pacitan-Sempu-Ngurah Rai dan landing di lanud Rembiga. Waktu tempuh perjalanan menuju rembiga selama 1 jam 30 menit dibayangi oleh perasaan was-was karena ini merupakan penerbangan terjauh yang pernah dilakukan, namun dengan perhitungan yang cermat, The Jupiters yakin fuel yang dibawa mencukupi sampai di Rembiga termasuk cadangan fuel untuk ke alternate base jika ada kondisi yang menyebabkan landing di pangkalan tujuan tidak bisa dilakukan. Jupiter Flight yang terdiri atas 8 pesawat KT 1 B akhirnya mendarat di lanud rembiga dengan selamat dan disambut dengan antusias oleh anggota lanud Rembiga dan Masyarakat di Sekitar pangkalan yang baru kali itu melihat 8 pesawat merah putih kebanggaan bangsa landing di Mataram. setelah beristirahat selama kurang lebih 2 jam, The Jupiters kembali mengudara menuju Lanud Hasanuddin melintasi Laut Jawa yang lebar pada ketinggian 15.000 kaki dari permukaan laut. selama perjalanan yang terlihat hanya birunya air laut yang sangat luas, hanya ada beberapa pulau kecil di sepanjang rute perjalanan. Beruntung bagi kami cuaca siang hari itu sangat cerah sehingga penerbangan Jupiters tidak mengalami hambatan yang berarti. Perjalanan yang di tempuh selama 1 jam 20 menit terasa amat lama karena rute yang di lewati lautan luas dengan alternate base yang jauh, namun dengan doa yang selalu dipanjatkan, The jupiters landing dengan selamat di Makassar.


Display Jupiters

Pada display kali ini The Jupiters tampil dengan kekuatan 17 orang penerbang yang telah mendapatkan tugas masing - masing termasuk narator, duty dan lain sebagainya . Masih dengan formasi 6 pesawat KT 1 B. Display yang ditampilkan adalah display high Show yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit. The Jupiters pada display kali ini dipimpin oleh Komandan Skadik 102 Mayor Pnb Dedy Susanto (jupiter 534) dengan backseater Mayor Pnb Toto Ginanto (Jupiter 586), Sebagai Jupiter 2 adalah Kapten Pnb marcellinus AKD (jupiter 677) dengan backseater Kolonel Pnb Anang (Jupiter 351), Jupiter 3 Mayor Pnb H.S. Romas (jupiter 674) dengan backseater Mayor Pnb Andi Abadi (Jupiter 718), Jupiter 4 Mayor Pnb Onesmus GRA (jupiter 618) dengan Backseater Komandan Wingdik terbang Kolonel Pnb M. Khairil Lubis (Jupiter 426) , Jupiter 5 Mayor Pnb H.M. Kisha (Jupiter 690) dengan Backseater Mayor Pnb Putu Sucahyadi (Jupiter 648) dan yang terakhir adalah Jupiter 6 Mayor Pnb Sri Rahardjo (Jupiter 666) dengan backseater Mayor Pnb Safeano Cahyo (Jupiter 705). Untuk mensupport team Jupiters, pada Display ini Komandan lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Abdul Muis turut serta sebagai flight director yang selalu memonitor terus pelaksanaan display mulai dari ferry flight, latihan, display sampai dengan kembali ke home base. Penekanan - penekanan beliau tentang safety tidak bosan - bosan disampaikan. Memang untuk mencapai suatu kondisi yang aman saat melaksanakan penerbangan membutuhkan biaya yang sangat mahal dan keinginan yang kuat dari semua lini. Sebelum melaksanakan display pada tanggal 11 September 2011, The Jupiters sebelumnya melaksanakan empat kali latihan, yang pertama adalah melaksanakan check route menggunakan 3 pesawat yaitu jupiter 1, 5 dan 6 untuk memastikan track dan arah manuver sehingga penonton yang akan menyaksikan nantinya memperoleh sudut pandangan yang pas dan tepat. Latihan kedua dilaksanakan dengan formasi 6 pesawat dengan maksud melaksanakan familiarisasi bagi para penerbang Jupiters yang baru sekali ini melaksanakan display di Makassar Area. Penyesuaian dilaksanakan terhadap seluruh aspek yang terkait dengan pelaksanaan display mulai dari penggunaan aerodrome, kondisi angin dan cuaca di atas area display Pantai Losari dan lain sebagainya. Kekaguman yang luar biasa dilontarkan oleh team Jupiters atas keindahan panorama laut di sekitar makassar saat melaksanakan training di atas selat Sulawesi, ada banyak pulau - pulau kecil yang indah dan masih perawan dikelilingi oleh pantai yang berpasir putih dan air yang jernih kehijauan. Namun keindahan panorama alam tersebut tidak boleh membuat The jupiters terlena karena sebagai wingman jupiters harus tetap berkonsentrasi terhadap formasi, sehingga formasi terlihat indah, kompak, serasi, selaras dan sudah barang tentu aman dari kemungkinan terjadinya incident ataupun accident. Latihan ketiga yang dilaksanakan merupakan latihan terakhir sekaligus geladi bersih pelaksanaan display yang dilaksanakan pada tanggal 10 September. Pada geladi bersih, the jupiters melaksanakan full manuver dengan menggunakan smoke trail yang nampak sangat indah dari bawah. Masyarakat Makassar yang menyambut manuver ini dengan antusias bahkan berteriak histeris ketika synchro jupiters melaksanakan aksinya.

Pada tanggal sebelas September pagi hari, The Jupiters mengawali harinya dengan melaksanakan briefing pagi. Pada briefing pagi disampaikan semua informasi mulai dari informasi cuaca, traffic, dan informasi lain yang dibutuhkan selama penerbangan. Alhamdulillah atas izin Allah SWT pada hari itu diperkirakan cuaca akan cerah sama seperti hari - hari sebelumnya. Seluruh fasilitas pendukung penerbangan juga berfungsi dengan baik. Di akhir briefing, Komandan Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama Barhim menyampaikan pesan khusus pada the Jupiters agar pada penampilan hari itu The Jupiters jangan excited , pelaksanaan formasi diharapkan sama dengan yang di geladikan, jangan ada keinginan untuk lebih rapat sehingga membahayakan formasi. Perasaan excited memang biasa membayangi perasaan seseorang apabila akan menampilkan sesuatu di depan umum, perasaan ini muncul sebagai akibat dari keinginan untuk terlihat sempurna tanpa cela. Perasaan bangga yang berlebihan ini jika diaplikasikan dalam penerbangan akan sangat berbahaya. Perasaan ini dapat mengurangi konsentrasi dan kewaspadaan penerbang sehingga dapat membahayakan diri ataupun penerbang lainnya yang tergabung dalam formasi aerobatik.

Slot time yang diberikan oleh panita dalam pelaksanaan display adalah pukul 11.00 sampai dengan 11.30 WIT, karena sebelum display, Makassar International Parachuting Accuracy and Boogie Jump akan dibuka secara resmi oleh Menpora Bapak Andi Alfian Malarangeng. Selain itu akan ada beberapa sambutan yang dimulai oleh sambutan KSAU Bapak imam sufaat yang dilanjutkan oleh sambutan dari muspida Sulawesi Selatan. Pukul 10.00 tepat The jupiters sudah meluncur menuju ex shelter A-4 yang berada di ujung taxiway charlie. Udara panas Makassar yang menyengat pada hari itu tidak menyurutkan semangat para Jupiters untuk melaksanakan display, yang ada di benak hanyalah bagaimana mensukseskan acara tersebut dan mempromosikan TNI AU melalui display Jupiter aerobatic Team yang baru pertama kalinta tampil di depan publik luar Jawa.

Enam pesawat KT-1 B melaksanakan start engine dengan aman, seluruh pesawat dalam kondisi normal dan siap untuk melaksanakan manuver. Di ujung radio UHF terdengar jelas suara duty Wong Bee ops Kapten Pnb Ivy Safatillah melaksanakan radio check kepada seluruh team jupiters dan dijawab dengan lantang oleh The Jupiters, One !! Two!! Three!!! Four !!! Five !!! Six !!! untuk meyakinkan seluruh pesawat dalam kondisi baik. Udin Ground sebagai controller kemudian mengarahkan The jupiters menuju ujung R/W 31. Kondisi angin saat take off lumayan kencang terbukti saat airborne, formasi 3 pesawat agak bergeser ke kanan karena angin cukup kuat dari arah selatan. Namun karena sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti itu di home base, The Jupiters dapat melaksanakan take off dengan aman. Setelah airborne, The Jupiters terbang menuju holding point pada radial 290 jarak 10 Nm dari Pangkalan. Di holding point the Jupiters melaksanakan latihan sebagai warming up sebelum melaksanakan display. Maneuver yang dilaksanakan mulai dari jupiter roll, loop, clover leaf, Barrell roll, Tanggo Loop,screw roll, roll back dan inverted. setelah cukup melaksanakan latihan, Leader jupiters melaksanakan contact dengan duty VCP di losari mayor Pnb dedy Salam dan kapten Pnb M. Sugiyanto menanyakan waktu leaving holding point. Duty menyampaikan secara detail urutan - urutan acara di bawah sehingga the Jupiters mendapatkan gambaran yang jelas tentang jalannya upacara. Saat menunggu clearance untuk display, tiba - tiba ada perintah dari Air Traffic controller kepada The Jupiters agar bergeser dari holding point karena ada 1 pesawat C- 130 akan airborne ke arah Losari untuk persiapan melaksanakan dropping. Leader pun memutuskan untuk bergeser sedikit ke arah selatan. Tak lama kemudian terdengar suara Mayor Pnb Dedy salam menyampaikan bahwa The jupiters sudah boleh meninggalkan holding point untuk melaksanakan display. Darah the jupiters berdesir, tiba sudah saatnya menampilkan apa yang dilatihkan selama ini. Perhatian dan konsentrasi semakin dipertajam, tak ada satupun yang mengeluarkan suara kecuali leader yang memberikan aba - aba.......For Jupiter roll...Rollling.....Rolling ............. Now!!!!! semua pesawat rolling dan setelah recover turn right joint ke leader. Sekonyong - konyong Mayor Safeano berteriak "Ada Baloooon !!!!!"

INSIDEN BALON

Teriakan mayor Safeano menghentak The jupiters, timbul pertanyaan besar di benak masing - masing, balon apa? dari mana ? kok bisa dilepas ? siapa yang melepas? puluhan pertanyaan yang muncul tersebut tidak terjawab. Keinginan wingman melihat posisi balon harus di tekan karena tidak mungkin perhatian dipecah saat melakukan manuver extrim. Leader kemudian langsung menanyakan ke duty VCP. Terjadi sedikit keributan di bawah karena tidak ada yang mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas terlepasnya balon udara tersebut. Namun leader jupiters tetap bertindak sigap dan tenang. Alhamdulillah the Jupiters masih dalam lindungan Allah, Angin bertiup cukup kencang dari arah laut, balon itupun terbang mengikutiarah angin menuju daratan, bisa dibayangkan jika balon gas sebesar rumah itu tertabrak pesawat maka suatu accident fatal akan terjadi atau min imal pertunjukan The jupiters hari itu akan gagal. Angin di pantai losari saat itu memang bertiup cukup kencang namun aliran udaranya merata, didukung dengan kondisi geografis pantai yang relatif datar menyebabkan tiupan angin tidak menyebabkan bumpy yang dapat mempengaruhi manuver the jupiters.

Selama 20 menit display, ke-17 manuver yang dilaksanakan oleh The Jupiters dapat dilaksanakan dengan sempurna oleh the Jupiters, tepuk tangan dan histeria penonton selama pelaksanaan display terutama dalam manuver synchro yang sering membuat jantung penonton behenti berdegup. Seluruh manuver dapat dilaksanakan dengan baik dan tanpa cela, ini dapat diwujudkan hanya dengan kerja semangat, dan kerja sama sehingga keserasian dan keselarasan selama display dapat terwujud. Tarian - tarian udara yang ditampilkan oleh The jupiters di pantai Losari ini memang luar biasa, lukisan yang ditore di langit biru makassar hari itu sungguh terlihat sangat indah dikombinasikan dengan cuaca cerah pantai losari dengan background pulau - pulau kecil, perahu dan sampan yang berlabuh merupakan daya tarik tersendiri bagi para penonton hari itu.

Sungguh merupakan kebanggaan tersendiri bagi The Jupiters karena hari itu mampu menampilkan yang terbaik sehingga upacara pembukaan Makassar internasional parachuting accuracy water landing championship and boogie jump dapat berlangsung dengan meriah, aman dan lancar. Namun dengan hasil tersebut The jupiters tidak boleh berpuas diri dan sombong. The Jupiters harus mengasah terus kemampuannya sehingga maneuver – maneuver berikutnya dapat ditampilkan dengan lebih baik dan sempurna. Keesokan harinya tanggal 12 september 2011 The Jupiters meninggalkan Makassar menuju Home base dengan perasaan suka cita tiada terkira.

.

Friday, July 29, 2011

JUPITER AEROBATIC TEAM SEASON I


Orang - orang yang besar adalah seseorang yang selalu mengingat jasa, pengorbanan dan perjuangan para pendahulunya. Tanpa jasa-jasa para pendahulu, kikta tidak mungkin ada di sini. Hal itu pula yang berlaku bagi team Jupiters. Season II tahun 2011 yang sedang dijalani saat ini tidak lepas dari peran pendahulu yang telah merintis jalan yang penuh onak dan duri sehingga saat ini team yang baru mendapatkan beberapa permintaan untuk tampil di berbagai kegiatan nasional maupun internasional. JAT season I dipimpin oleh letkol Pnb Ramot "Congo" Sinaga alumnus AAU tahun 1993, Jupiter 2 Mayor Pnb Feri "Mirage" Yunaldi luusan AAU tahun 1997, Jupiter 3 Kapten Pnb Anton "Sioux" Pallaguna alumnus AAU tahun 2000 yang saat ini pindah tugas ke Skadron Udara 11 Makassar, Jupiter 4 Mayor Pnb Onesmus "Pecker" GRA, No 5 adalah Mayor Pnb Budi "Grizzly" Susilo yang saat ini tengah menjalankan misi internasional sebagai military observer di Congo dan yang terakhir adalah Mayor Pnb Jazmes "Octopus" singal yang saat ini menjadi komandan Skadron Udara 21.

Thursday, July 21, 2011

THE INSTRUCTORS

Instruktur dalam Jat adalah instruktur penerbang senior dalam jupiter Aerobatik team yang berperan dalam proses regenerasi penerbang- penerbang baru JAT. Saat ini ada beberapa instruktur JAT yang aktif mentransfer ilmu kepada para juniornya, yaitu :
  1. Kolonel Pnb Anang "Morgan" Nurhadi yang merupakan lulusan Akademi TNI AU angkatan tahun 1987. Mantan komandan Wingdik Terbang yang pernah menjabat sebagai komandan Lanud Banjarmasin ini memiliki pengalaman ribuan jam terbang dan pernah menerbangkan beberapa tipe pesawat antara lain AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53, F-5 Tiger dan F-16.
  2. Mayor Pnb James "octopus" Singal saat ini menjabat sebagai komandan Skadron Udara 21 yang tidak lama lagi akan menggunakan pesawat Super Tucano buatan Brazil. Octopus, pria kelahiran airmadidi sulawesi utara yang merupakan alumnus AAU 1996 saat ini aktif mengajar formasi aerobatik JAT di tengah kesibukannya sebagai Komandan Skadron Udara 21. beberapa pesawat yang pernah diterbangkannya antara lain : AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53 dan F-5 Tiger.
  3. Mayor Pnb Feri " Mirage" Yunaldi yang merupakan penerbang asal pariaman Sumatera Barat yang beberapa bulan ke depan akan melaksanakan pendidikan Sesko di Luar negeri merupakan ex Jupiter 2. Penerbang alumnus AAU 1997 dan penggemar masakan pedas ini pernah menerbangkan beberapa macam pesawat antara lain AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53 dan Hawk 109/209.

Sunday, July 17, 2011

THE BACKSEATERS


The Backseaters adalah sebutan bagi para penerbang JAT yang duduk di belakang. Tugas dari backseaters adalah sebagai buddy safety, membantu front seater dan juga sekaligus menjalankan proses regenerasi untuk menggantikan front seater pada musim berikutnya. Dalam tim JAT ada beberapa penerbang yang tergabung dalam the backseaters, yaitu :

  • Mayor Pnb Toto "Gringgo" Ginanto yang merupakan Buddy Safety,
    J-586 yang alumnus AAU 1997 ini merupakan test pilot pesawat KT-1 B Wong Bee dan pesawat T-34 Charlie. Sebelumnya pernah menerbangkan A-4 Skyhawk dan OV-10 Bronco.
  • Mayor Pnb Rizaldy "Bido" Efranza. Backseater no 4 dan lebih dikenal sebagai J-629. Alumnus AAU tahun 1997. Sebelumnya menerbangkan C-130 hercules dan memiliki pengalaman yang cukup banyak di Operasional.









  • Mayor Pnb Safeano "Chippy" Cahyo Wibowo merupakan Leader's Backseater pada kesempatan tertentu. Alumnus AAU 1998 dikenal sebagai J-705 sebagai Standby Right Wing yang akan disiapkan menempati posisi Right Wing sebelumnya menerbangkan C-130 B/H/BT Hercules dan memiliki pengalaman operasional di dalam dan luar negeri. Pria kelahiran Surabaya yang besar di Jakarta pada saat ini menjabat sebagai Komandan Flight Ops A Skadik 102.









  • Mayor Pnb Putu "Colibri" Sucahyadi dikenal sebagai J-648 merupakan alumnus AAU Tahun 1999 berada diposisi Standby Slot yang nantinya akan mengisi posisi Slot. Saat ini Mayor Putu sedang menyelesaikan kuliah S-2nya di Universitas Gajah Mada yang sebelumnya menerbangkan Helikopter colibri di Skadron Udara 7 Kalijati.







  • Mayor Pnb Andi "Warhawk" Abadi merupakan alumnus AAU tahun 1998 lebih dikenal dengan sebutan J-718 sebelumnya menerbangkan pesawat Hawk 109/209 dan Cassa 212.
  • Kapten Pnb Ivy"Tiger Shark" Safatillah alumnus AAU tahun 2000 lebih dikenal sebagai J-662 sebelumnya menerbangkan OV-10 Bronco.

JUPITER SIX



              Jupiter six adalah sebutan bagi anggota jupiter aerobatic team yang posisinya berada di kanan luar. Saat ini diawaki oleh Mayor Pnb Marcell "Liger" Dirgantara yang kesehariannya merupakan Dan Flight Dik B Skadik 102 dan dalam lingkungan wingdik terbang lebih dikenal sebagai Jupiter 677.   Pria asal Malang yang telah dikaruniai 2 orang putera ini sebelumnya merupakan penerbang F - 5 Tiger ini bergabung dalam Jupiter aerobatic team sejak bulan Mei 2011 sebagai Jupiter 2.    Ada beberapa manuver berbahaya dan eksterem yang dilaksanakan oleh jupiter six bersama - sama dengan jupiter 5 antara lain cross over break, heart, jupiter wheel, mirror dan yang paling mendebarkan adalah solo spin dimana pesawat menanjak vertikal dengan kecepatan awal 270 knots, melaksanakan vertical roll kemudian sampai speed 0 untuk kemudian jatuh bebas ke bawah. manuver ini biasanya sangat dinantikan oleh para penonton karena visualisasi yang disuguhkan sangatlah menarik dengan kombinasi asap putih yang mengelilingi pesawat saat jatuh bebas.

JUPITER FIVE


Jupiter 5 adalah sebutan bagi anggota jupiter aerobatic team yang posisinya berada pada paling kiri luar. Saat ini ditempati oleh mayor Penerbang H.M "Razor" Kisha yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Komandan Flight Ops C Skadik 102. Lelaki kelahiran Bandung yang tengah menanti kelahiran anak yang ketiga ini sebelumnya menerbangkan pesawat Hawk 100/200 dan lebih dikenal di lingkungan wingdik terbang sebagai Jupiter 690 bergabung dalam tim aerobatik ini sejak bulan April 2011. Dalam Jupiter Aerobatic team, Jupiter 5 merupakan lead synchro yang memimpin jupiter 6 saat melaksanakan manuver synchro yang sangat ekstrem. Beberapa manuver andalannya adalah cross over break,jupiter wheel, mirror,heart dan kite barrell. manuver-manuver yang dilaksanakan oleh jupiter 5 dan 6 biasanya membuat jantung para penonton berhenti berdetak dan berteriak histeris.

JUPITER FOUR



Jupiter Four adalah anggota jupiter aerobatic team yang posisinya berada pada bagian belakang tengah,  dikenal juga sebagai posisi slot.    Pada musim ini, posisi ini diisi oleh Mayor Pnb H.S "Condor" Romas alumni AAU tahun 1999 yang kesehariannya menjabat sebagi Kepala Kelompok Instruktur Skadik 102. "Condor" yang kelahiran Mataram Lombok dalam lingkungan Wingdik terbang lebih dikenal sebagai J-674 dan sebelumnya adalah penerbang Hawk MK 109/209 menempati posisi jupiter 4 sejak Bulan Januari 2012 menggantikan posisi Mayor Pnb Onesmus "Pecker" yang sedang menempuh pendidikan Seskoau di Lembang. Sebelumnya Condor adalah member no 3 atau left wingman.   Tingkat kesulitan manuver yang dilaksanakan cukup tinggi karena posisinya yang di belakang membutuhkan extra power untuk dapat tetap mengikuti pesawat di depannya.    Beberapa manuver yang dilaksanakan antara lain Loop, Clover Leaf, Barrell Roll, Jupiter Roll, Roll Back, Roll Slide dan sebagai andalannya adalah screw roll.

JUPITER TWO

Jupiter Two adalah sebutan bagi anggota jupiter aerobatic team yang posisinya berada pada posisi wingman kanan dalam. Saat ini sebagai jupiter two adalah Mayor Pnb Frando "Fennec" Marpaung lulusan akademi TNI AU tahun 2000 yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Flight Dik C Skadik 102 Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto. Fennec yang merupakan pria kelahiran Sumatera Utara yang sebelumnya merupakan penerbang MK-53 H.S Hawk  ini menggantikan posisi mayor Penerbang Marcellinus AKD yang berpindah posisi menjadi jupiter 6.   Fennec tergabung sebagai Member Jupiter sejak Januari 2012. Dalam Formasi JAT, jupiter 2 memegang peranan sangat penting. Setiap manuver yang dilaksanakannya haruslah dikerjakan dengan halus karena pergerakan tiba - tiba (rough) akan menyulitkan bagi posisi wingman sebelah luar. Beberapa manuver yang dilaksanakan antara lain Loop, clover leaf, Barrell Roll, Jupiter roll, Jupiter roll back, Roll slide, leader benefit serta salah satu manuver yang paling diandalkan bersama jupiter three adalah tanggo to diamond loop yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Saturday, July 16, 2011

JUPITER ONE


Jupiter one adalah sebutan bagi pimpinan atau lazim disebut sebagai leader dalam jupitar aerobatic team. Tugasnya dalam tim aerobatic sangatlah berat, seorang leader harus mampu memimpin tim dalam melaksanakan berbagai macam manuver yang sangat berbahaya dan ekstrem untuk ditampilkan. Seorang leader juga dituntut harus mampu membuat manuver yang tepat dan dapat dinikmati oleh para penonton pada saat pelaksanaan show sehingga trik - trik dan efek visual yang diinginkan tercapai. Saat ini jupiter one pada jupiter aerobatic team (JAT) season 2 dijabat oleh Mayor Pnb Dedy "Leopard" Susanto yang juga sekaligus merupakan komandan Skadik 102 yang mengawaki pesawat KT-1 B Woong Bee dan T-34 Charlie. Mayor Pnb Dedy Susanto yang juga dikenal dengan Jupiter 534 sebelumnya merupakan penerbang pesawat F-5 Tiger ini menjadi leader JAT sejak bulan Mei 2011 menggantikan Ltk Ramot "Congo" Sinaga yang saat ini dipindahtugaskan ke Mabes TNI AU cilangkap. Leopard, putra kelahiran Banyuwangi ini memiliki motto "jangan tanyakan apa yang telah diberikan satuan kepadamu, namun tanyakan pada dirimu apa yang dapat kau persembahkan untuk satuanmu" memiliki kegemaran makan sop kaki kambing telah dikaruniai 3 orang putra putri. Misi Jupiter one saat ini adalah melatih diri dan team untuk menghadapi beberapa event nasional dan internasional pada tahun 2011 yang akan datang

Saturday, July 2, 2011

JUPITER AEROBATIC TEAM

Pembentukan suatu team aerobatic bagi sebuah negara merupakan suatu tantangan yang amat besar di tengah kondisi perekonomian dunia yang sedang terpuruk saat ini dimana anggaran negara sebagian besar difokuskan kepada peningkatan kemakmuran rakyat. Namun kepentingan pertahanan negara di sisi lain tidaklah kalah pentingnya untuk menjamin tujuan tersebut yang diselenggarakan dengan berbagai upaya yang salah satunya melalui pembinaan kemampuan tempur angkatan perangnya sehingga angkatan perang suatu negara mampu menyelenggarakan berbagai macam operasi baik untuk perang maupun selain perang. TNI sebagai alat pertahanan negara umumnya dan TNI AU pada khususnya memiliki tugas untuk menjaga kedaulatan negara di udara melalui berbagai macam operasi udara baik perang maupun selain perang. Salah satu operasi selain perang yang dilaksanakan adalah operasi pameran kekuatan angkatan perang yang ditampilkan melalui kegiatan - kegiatan seperti parade, defile, atraksi ketangkasan prajurit, fly pass, serta termasuk di dalamnya adalah pertunjukan tim aerobatik.

TNI Angakatan udara sejak awal berdirinya telah beberapa kali membentuk tim aerobatik mulai dari spirit 85, jupiter blue, Elang biru sampai yang terakhir adalah Jupiter Aerobatic team. Khusus untuk tim yang terakhir yakni Jupiter Aerobatic team atau lazimnya disingkat JAT dibentuk berdasarkan inisiatif dari para instruktur penerbang di lingkungan Skadron Pendidikan 103 yang mengawaki pesawat MK 53 HS Hawk untuk membentuk suatu team aerobatik. Nama Jupiter berasal dari sebutan bagi para instruktur penerbang yang mengajar di Lanud Adisutjipto. Tampil pertama kali pada HUT TNI tanggal 5 oktober tahun 1997 dengan menggunakan 4 pesawat MK 53 HS Hawk. namun karena sesuatu dan lain hal kegiatan tersebut dihentikan pada tahun 2002.

Setelah vacuum selama beberapa tahun, pada awal tahun 2008 TNI AU mulai merintis kembali team aerobatiknya dengan menggunakan pesawat KT 1 Woongbee buatan korea yang memperkuat Skadik 102. Tampil pertama kali dengan 4 pesawat pada tanggal 4 Juli 2008 pada upacara wingday sekolah penerbang. Tampilan baru yang lebih menawan diawali pada awal 2011 dengan menggunakan 6 pesawat yang telah di cat merah putih dengan manuver yang lebih bervariasi Jupiter aerobatic team unjuk kebolehan dalam rangka memperingati HUT TNI AU yang ke 65 di Halim perdana kusuma Jakarta. Saat ini Jupiter aerobatic team masih terus berbenah meningkakan skill dan keahlian dalam bermanuver untuk menghadapi event-event nasional dan internasional demi mengharumkan nama bangsa di bawah pimpinan leader Maj Dedy "leopard " Susanto yang merupakan lulusan Akademi TNI AU Tahun 1995.

Wednesday, January 13, 2010

PENUTUPAN SIP TNI 62


Sip TNI angkatan ke - 62 yang dibuka pada tanggal 16 Mei 2009 telah ditutup beberapa bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 10 Nopember 2009 di Lanud Adisutjipto, Jogjakarta. Sekolah yang pesertanya berjumlah 20 orang yang berasal dari ketiga angkatan TNI dengan perincian 17 orang penerbang dari TNI AU, 2 penerbang TNI AL dan 1 orang penerbang TNI AD ditutup dengan tinggkat kelulusan siswa 100 %.

Pendidikan selama kurang lebih 7 bulan tersebut dimaksudkan untuk mencetak instruktur - instruktur penerbang TNI yang handal dan mumpuni serta diharapkan mampu mendidik siswa - siswa di sekolah - sekolah penerbang di lingkungan TNI. Setelah menyelesaikan pendidikan , para penerbang dikembalikan ke kesatuan asal untuk mengajar dikesatuannya masing - masing. Khusus untuk penerbang dari TNI AU akan langsung mengajar di Sekolah penerbang TNI AU Jogjakarta.

Lanud Adisutjipto sebagai penyelenggara pendidikan penerbang, selain mendidik para penerbang TNI AU, juga mendidik penerbang untuk memenuhi kebutuhan dari TNI AD dan TNI AL
melalui program PSDP penerbang dan Sekolah Instruktur Penerbang TNI.

Wednesday, May 13, 2009

Education and Training for Future Leader

In this global era, there is no doubt that education and training is absolutely important and needed by everyone in order to compete and to deal with an advance technology and fast information which have become the most influenced element in our live. In the future human being will face tougher situation that demand us to do everything perfectly than before as there are so many population in the world involved in same business.

This condition also influence leadership in military as crisis and friction between countries, religions, ideologies as well as tribes become more complicated and complex that are involved many other factors that make the problem more difficult to overcome. In the future, military need a tough leader who can lead his subordinates and soldiers in any circumtances, peace situation or war time.

Leadership is not an instant procces, it needs time and budget as well. Creating a good and tough leader need a well organized and planned education as well as a continuity and various training. A leader must be monitored from the beginning he or she entered the military. He or she must be perfect and the best person among his/her collegue, hopefully he/she can maintain their prestige until he / she gets higher rank and once he or she being promoted as a leader at some places he or she will be ready to carry out their duty perfectly.

In brief, a commander in a smallest unit in military has to monitor his subordinate who potentially became a good leader in the future and give them a well planned education and training because as I have mentioned above, a well educated person is absolutely needed by military organization as there more complex and complicated situation to deal with.



Operasi Pertahanan Udara



Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai penegak kedaulatan negara di udara, TNI Angkatan udara mengimplementasikannya ke dalam berbagai macam bentuk operasi udara yang sudah terencana dan dilaksanakan secara terpadu dengan angkatan lainnya melalui operasi gabungan TNI. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan operasi, dibentuklah komando - komando utama yang berfungsi sebagai perencana dan pelaksana operasi yang menggerakkan satuan - satuan tempur TNI AU di bawah jajarannya.

Dalam struktur organisasi TNI, terdapat 3 Kotama Ops yang menggunakan kekuatan - kekuatan Udara TNI AU yakni Koopsau I dan II yang berkedudukan di bawah mabes TNI AU serta Komando pertahanan udara Nasional yang berkedudukan di bawah mabes TNI. Ketiga kotama ops tersebut memiliki operasi - operasi sendiri sesuai dengan rencana dan program kerjanya masing - masing. Dalam pelaksanaannya sering kali terjadi kerancuan dimana Komando Pertahanan Udara Nasional yang nota bene adalah merupakan tameng pertama dan paling luar negara RI dalam menangkal ancaman yang datang melalui udara tidak memiliki unsur pesawat tempur dan beberapa unsur lainnya yang berada langsung di bawah kendalinya. Mekanisme yang selama ini dilakukan adalah Kohanudnas dalam menjalankan operasinya selalu meminta BKO pesawat tempur atau unsur lainnya kepada satuan samping dalam hal ini Koopsau I dan II sehingga sehingga proses operasi berjalan dengan lambat karena melewati birokrasi yang cukup panjang.

Indikator dari kesuksesan pelaksanaan operasi pertahanan udara adalah keberhasilan suatu negara dalam mengendalikan wilayah udara nasionalnya. Dalam hal ini tingkat pengendalian udara dapat kita bagi menjadi 3, yaitu :

  • Keadaan udara yang menguntungkan. Hal ini dapat diartikan bahwa kekuatan udara negara kita diperkirakan mampu mengalahkan kekuatan negara musuh.
  • Air Superiority. Yaitu suatu kondisi dimana kekuatan udara kita mampu melaksanakan operasi lainnya di wilayah udara yang dimaksud tanpa adanya gangguan yang berarti dari kekuatan udara musuh.
  • Air supremacy. Suatu kondisi dimana kekuatan udara musuh sama sekali bukan ancaman bagi kekuatan udara negara kita.

untuk mencapai keunggulan udara, kebutuhan akan alutsista udara adalah sangat mutlak diperlukan diimbangi dengan efisiensi dan efektifitas jalur komunikasi yang dibangun dan ditindaklanjuti dengan latihan yang berjenjang dan berlanjut dari satuan - satuan yang berada di jajarannya.

Kohanudnas sebagai unsur utama pertahanan udara udara nasional perlu diberikan kewenangan yang lebih dalam hal ini penyediaan alutsista udara yang langsung berada di bawah kendalinya sehingga memudahkan dalam hal penggunaannya tanpa mengabaikan faktor efisiensi dan efektifitas dalam penggunaannya.

Tuesday, May 12, 2009

Elang Khatulistiwa Hancurkan Jembatan Di Singkawang



Pertempuran antara pasukan darat RI dengan negara agressor berlangsung sengit di daerah Singkawang yang merupakan salah satu kota yang sangat strategis di wilayah kalimantan barat. Kota singkawang merupakan kota yang sangat penting bagi kedua belah pihak karena lokasinya yang terletak di pinggir laut dan memiliki sumber daya alam yang cukup kaya sehingga sangat berarti sekali untuk menjamin ketersediaan dukungan logistik bagi para pasukan yang sedang melaksanakan pertempuran.

Pasukan darat negara agressor sudah semakin bergerak maju memasuki kota Singkawang dan hampir mendekati satu - satunya akses jembatan menuju pusat kota. Komandan Lanud supadio sebagai Dansatlakopsud mempertimbangkan situasi ini sebagai sesuatu hal yang sangat mendesak untuk ditindak lanjuti karena menyangkut sesuatu yang sangat strategis dalam operasi. Dansatlakopsud Supadio kemudian menyarankan kepada komando atas dalam hal ini Kogasud dan Pangkogasgab untuk melaksanakan suatu operasi terpadu untuk mengatasi hal ini. Saran Dansatlakopsud Supadio langsung ditindaklanjuti oleh komando atas dengan menerbitkan ARM (air request message) yang juga secara cepat di respon oleh Dansatlakopsud Supadio dengan menerbitkan ATM (air task message) yang isinya bahwa Skadron Udara 1 agar melaksanakan SUL menghancurkan jembatan di kota Singkawang dengan maksud untuk menahan gerak maju pasukan musuh dalam rangka mendukung tugas pokok Satlakopsud Supadio dalam operasi darat gabungan.


Alur cerita diatas bukanlah suatu kejadian nyata melainkan skenario latihan dalam rangka latihan satuan Alap Gesit "Mandau terbang 09". Dalam latihan ini juga disimulasikan elang flight yang melaksanakan operasi mengalami emergency. Elang 1 melaksanakan eject karena total hydraulic fail dan elang 2 mengalami cabin temperature control fail sehingga penerbang melaksanakan landing darurat dan mengalami overheating, dehidrasi dan pingsan setelah melaksanakan landing. Seluruh unsur Lanud yang terlibat latihan kemudian melaksanakan aksi sesuai dengan tugas pokoknya masing - masing mulai dari crash team, tim sar, unsur heli, pomau, intelejen dan juga rumah sakit Supadio. Dalam latihan ini yang menjadi penilaian adalah kecepatan aksi dan keakuratan tindakan yang dilakukan dalam mengatasi suatu kejadian emergency yang terjadi dalam pelaksanaan suatu operasi.

Secara keseluruhan latihan dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan yang direncanakan dan dapat disimpulkan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam latihan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada masing - masing unsur.







Monday, May 11, 2009

Komando, Kendali, koordinasi dan Informasi pada Operasi "Tameng Petir / 09"















Sangat mudah untuk diucapkan,tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan tanpa adanya perencanaan yang matang dan latihan yang berkesinambungan. Dalam suatu peperangan, pihak yang dapat mengoptimalkan kesatuan komando, kendali dan koordinasi antara unsur - unsur yang terlibat dan penyerapan informasi yang up to date sudah hampir dapat dipastikan memenangkan pertempuran dengan catatan persenjataan dan sumber daya manusianya sama.


Salah satu elemen penting untuk mencapai hal tersebut diatas adalah peralatan komunikasi yang efektif dan efisien serta mudah penggunaanya sangat diperlukan dalam pelaksanaan suatu operasi khususnya operasi gabungan apapun bentuknya. Dengan adanya peralatan komunikasi yang baik dan mudah penggunaanya diharapkan koordinasi antara satuan - satuan yang terlibat menjadi semakin mudah dan melancarkan jalannya operasi.

Pada pelaksanaan operasi pertahanan udara ambalat "tameng petir/09" terdapat satu kemajuan yang signifikan dalam hal peralatan komunikasi ini. Pada pelaksanaan operasi, komunikasi antara pesawat tempur dan unsur laut dalam hal ini KRI untung Surapati yang juga melaksanakan operasi secara paralel di perairan ambalat sudah dapat terjalin dengan sangat baik sehingga unsur udara yang terlibat dapat menerima informasi yang up to date tentang situasi dan perkembangan terakhir di daerah operasi. Unsur KRI dapat menyebutkan posisi kawan dan lawan secara jelas sehingga unsur udara dapat mengantisipasi manuver yang dilaksanakannya. Dengan adanya kemajuan ini, salah satu handicap dalam pelaksanaan operasi udara dapat dieliminir sehingga periatiwa laut aru pada masa Trikora dulu dimana kekuatan laut RI dibantai oleh kekuatan udara Belanda tidak terjadi lagi.


Kemajuan ini didukung pula oleh komunikasi yang baik dengan Satrad Tarakan sehingga segala macam bentuk pergerakan di udara dapat dimonitor dan dapat secara langsung diinformasikan ke pesawat tempur yang sedang melaksanakan operasi. Semoga saja kemajuan berarti yang dicapai pada operasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada masa yang akan datang dengan scope yang lebih besar dan melibatkan unsur - unsur lainnya sehingga sasaran pelaksanaan operasi dapat tercapai dengan optimal.

Upacara Pembukaan Latihan Satuan Alap Gesit "Mandau terbang/09"














Dalam rangka membina dan meningkatkan profesionalisme para prajurit TNI Angkatan Udara khususnya personil Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio, maka pada tanggal 11 Mei 2009 dilaksanakan upacara pembukaan latihan satuan Alap Gesit dengan mengambil tempat di Appron Pangkalan TNI AU Supadio.


Komandan Pangkalan TNI AU Supadio, Kolonel Pnb Yadi Indrayadi Yang bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara tersebut menyampaikan dalam amanatnya bahwa profesionalisme prajurit bukan hanya didapat dari pendidikan militer yang ditempuhnya melainkan juga dengan latihan rutin, berjenjang dan berkesinambungan serta dengan selalu mengadakan evaluasi yang mendalam sehingga sasaran dari pelaksanaan latihan yang diinginkan dapat dicapai secara optimal. Latihan alap gesit yang pada tahun ini menggunakan sandi "mandau terbang/09" merupakan latihan rutin yang dilaksanakan oleh Pangkalan TNI AU Supadio sebagai latihan puncak satuan yang didalamnya melibatkan seluruh unsur Lanud Supadio seperti Skadron Udara 1, Pomau, Intelejen, rumah sakit, unsur helikopter dan batalion 465 Paskhas. Pada latihan tersebut seluruh satuan yang terlibat dituntut untuk dapat menampilkan performance yang terbaik sesuai dengan tugas pokoknya masing - masing sehingga diharapkan jika suatu saat digunakan di medan pertempuran sudah tidak mendapatkan kendala yang berartI.


Upacara pembukaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan gladi posko di ruang briefing base ops Lanud Supadio dengan diawali oleh pemberian direktif oleh Komandan Lanud Supadio sebagai Komandan satuan pelaksana operasi udara (dansatlakopsud). Dalam direktif-nya, kolonel Pnb Yadi Indrayadi menyampaikan penekanan - penekanan dan tujuan dari pelaksanaan operasi yang pada latihan ini diasumsikan bahwa Satlakopsud Supadio yang berada di bawah Komando tugas udara dalam Operasi darat gabungan mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan operasi penyekatan udara yang bertujuan memutus jalur logistik dan komunikasi musuh dalam rangka mendukung tugas pokok satuan darat. Gladi kemudian dilanjutkan dengan pemberian Air task Message (ATM) yang berisi tugas - tugas dari tiap -tiap unsur yang terlibat kepada tiap - tiap komandan atau perwira yang ditunjuk.


Dalam suatu peperangan, jarang sekali dilaksanakan operasi mandiri oleh satu angkatan. Umumnya operasi dilaksanakan oleh dua angkatan atau lebih dengan membentuk suatu komando tugas gabungan sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan optimal. Dengan adanya latihan alap gesit "Mandau terbang/09" diharapkan tiap - tiap personil Lanud Supadio yang terlibat dalam latihan mengerti peran dan fungsinya dalam suatu operasi perang yang sangat mungkin sekali terjadi pada masa yang akan datang seiring dengan semakin pesatnya perkembangan global.

Saturday, May 9, 2009

Operasi Ambalat Tameng petir / 09
















Peran TNI dalam mempertahankan negara sesuai dengan undang- undang RI no 3 th 2002 tentang pertahanan negara adalah melaksanakan operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Salah satu implementasi dari pelaksanaan OMSP adalah melaksanakan operasi pengamanan perbatasan, termasuk perbatasan yang selama ini disengketakan Indonesia dan Malaysia yakni blok Ambalat yang diperkiraan memiliki kandungan mineral yang cukup besar.

Beberapa waktu yang lalu TNI AU menggelar kekuatan udara di bandara Juwata Tarakan untuk melaksanakan pengamanan di blok yang disengketakan dengan maksud untuk memastikan tidak ada pelanggaran wilayah udara nasional yang dilakukan oleh negara tetangga kita selama proses perundingan berjalan. Operasi ini tidak bermaksud untuk memprovokasi Malaysia yang juga mengklaim wilayah tersebut. Jika dapat dianalogikan sebagai seorang pemilik rumah, RI hanya mengecek pagar rumah memastikasn tidak ada yang rusak atau berlubang sehingga keamanan rumah tetap terjamin dari binatang ataupun orang-orang yang berniat buruk.

Operasi ini melibatkan beberapa satuan lain TNI AU seperti Unsur tempur Hawk 109/209, Satrad Tarakan, Paskhasau, Pomau, Lanud Balikpapan termasuk unsur tempur laut yang melibatkan beberapa kapal perang TNI AL. Selama pelaksanaan operasi tidak ditemukan hal - hal yang mencurigakan atau pelanggaran wilayah dari negara tetangga. Dapat disimpulkan operasi berjalan dengan lancar dan aman.

Pesawat Hawk 109/209 TNI AU merupakan pesawat tempur TNI AU yang pertama kali beroperasi di Bandara Juwata Tarakan dan akan diikuti oleh pesawat - pesawat tempur lainnya seiring dengan semakin lengkapnya fasilitas pendukung operasi di bandara Juwata tarakan. Operasi ini merupakan operasi udara yang berkesinambungan dan dilaksanakan secara terus menerus sepanjang tahun sampai tercapai kesepakatan antara kedua negara.

Wednesday, December 24, 2008

Indonesia Alternative Tourism Object

Indonesia with its thousands of beautiful and amazing island is potentially becoming the greatest country which is visited by people around the world. The last two decades Bali was adressed as the most popular places to visit because of it's wonderful scenery and unforgetable local traditions which are very unique, repreasant the whole Indonesian tradition as well. Not many people in the world know that Indonesia has many others nice and fabulous place to enjoy. One of it is Lombok Island that has already been known as brother of Bali because of its similarity to Bali's features and local traditions. The difference between two islands is only about the religion of mostly people who live in those islands. Lombok is located at east of Bali, it takes approximately 4 hours by ferry and only 20 minutes by light aeroplane from Bali. There are so many tourism object that we can find Lombok. The following point will explain a little about Lombok tourism object which will be taking position as the second popular island in Indonesia.
  1. Senggigi beach. This beach has been widely known by especially local tourist in the last 10 years as there were many people think that Bali was not natural anymore. The beach has some beach sport facilities such as canoes, banana boat, surfing and many others. The beach is located 10 kilometres north of Mataram, West Nusa Tenggara province's capitol. The beach is also provided by many class of hotels, various restaurant as well as live music concert.
  2. Narmada park. The park is located at east of Mataram, capitol of West Nusa Tenggara Province. it is about 10 kilometres away and takes only 20 minutes by car from Mataram. It was built in 1800s by the king of karangasem when that kingdom took control over west lombok after conducting a long term war. The park was well constructed as it was built in downwarding model. On the top of the park there is a special building that was used for resting by the King's relatives. At the lowet level, there are three different beautiful pool that has its own function. The biggest pool represent segara anak lake which its actually position is on the top of Rinjani Mountain. The park preserve many shops that sell in local traditional cuisine as well, "Sate bulayak" and "dodol nangka" are the most famous lombok food that sell at Narmada park.


Thursday, October 2, 2008

Smoking in public area


Smoking is an old habit, it has been done by many people since hundreds years ago. We don't know when exactly it started and who created it. We just know that it become the most popular habit in the world now and it spreaded to every parts of our world. It is very difficult to control the expanding of this activity. Many problems pop up recently due to the disadvantages of smoking.

Some people said that smoking could increase their concentration while thinking about something. The inspiration could come easily to their brain and made them feel quiet. Furthermore, smoking tighten their relationship between smokers. There was a statement that chatting and talking without smoking same as food without salt. Sometime they prefer smoking to eating because the substance of cigarettes like nicotine has been addicted them. Besides that, other people who don't smoke said there was not worth smoking cigarettes, it could make us suffered by many diseases like lung cancer, heart attack, high blood pressure and others dangerous disease. Not only active smokers suffered by those diseases but also other people who didn't smoke called passive smokers. sometime non smoker who worked with smoker influenced greater than smoker. Nowdays smoking become the first factor cause people die in the world and it increase the amount of mortality especially in indonesia. Because of that, now many people through non government organizations demanding government to regulate this popular habit.

Some distrcts government for example Jakarta Special Distrct administration has been applied some regulation for smoker community. The smokers have been banned to smoking at some public places like mall, supermarket, public park, station, airport and etc. At those places, the government served the smoker with special places for them to smoke there. The places look like a small building covered by glasses wall and equipped by some chairs. People who wanted to smoke must use this place and kept the place clean from cigarette's butts. The problems now are the number of special places for smoke don't enough for all smokers and not available at every non smoking area. The administrations who in cahrge to control this regulation sometime aren't stick to monitor. It make many smokers now still smoke at public places eventhough there is a big sign not to smoke there.

Government must concern to this problems, Regulations must be applied hardly to the people. Besides serve more special places for smokers, the people who don't follow the regulations must be punished by hard sentence. But the most important thing that The Government must to do is closing the cigarette's fabric even they are the best money producer for the government. We don't care about the tax fee from cigarettes. Many others sector can give us greater than them like agriculture industry and textil industry. finally, we just waiting and encourage the government to run their programme to regulate this problem.

to be continued....

Wednesday, October 1, 2008

introduction



Hai SBI bloggers... welcome to my blog...I appreciate if all of you write on this blog about anything. I'm glad to discuss with everyone in this blog...the picture beside is belong to me and my family. I'm married with two sons..now I live in Supadio Air Force Base Pontianak, West kalimantan.OK ...see U later.....