Friday, August 24, 2012

Jupiter Three


      Jupiter three adalah sebutan bagi member jupiter yang posisinya berada pada sisi sebelah kiri dalam leader.    bersama - sama dengan jupiter 2,  jupiter 3 melaksanakan manuver yang serasi dan selaras.   Saat ini posisi ini diterbangkan oleh Kapten Pnb Adi "greyhound" Brata, yang juga dikenal sebagai Jupiter 738.    sebelum berdinas di Wingdik Terbang,  Greyhound adalah penerbang pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1 Pontianak.    Pria lajang asal Bali kelahiran pontianak ini bergabung menjadi anggota Jupiter Aerobatik Team sejak bulan Mei 2012 menggantikan Mayor Pnb "Mammoth" Sugiyanto.   Sebelumnya posisi Jupiter 3 pernah diterbangkan oleh beberapa penerbang yakni Mayor Pnb Anton "Sioux" Pallaguna dan Mayor Pnb Romas "Condor".

Tuesday, August 21, 2012

Bhakti Sosial TNI AU di Wates

      Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 17 Juli 2012, The Jupiters kembali tampil dalam rangka peringatan hari Bhakti TNI AU yang dipusatkan di Wates Kulonprogo Yogyakarta. Acara yang dipusatkan di Alun - Alun kota Wates ini dimeriahkan oleh beberapa aksi demo udara yakni terjun payung, penarikan banner, trike, dan ditutup dengan penampilan tim aerobatik TNI AU Jupiters Aerobatik Team.
     Peringatan Hari bhakti TNI AU yang biasanya dilaksanakan antara tanggal 27 sampai 29 Juli ini dimajukan karena pada tanggal tersebut sudah memasuki Bulan suci Ramadhan.   Dilaksanakan di Wates karena KSAU saat ini Marsekal Imam Sufaat adalah putra daerah asal Wates.    Pelaksanaan hari bhakti di daerah tersebut adalah bentuk Bhakti beliau kepada tanah kelahirannya.
       Selain demo udara, pada peringatan tersebut juga dilaksanakan acara pengobatan Gratis, bedah rumah, pelatihan ibu - ibu PKK oleh ibu PIA dan juga renovasi balai desa.     Acara peringatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat Kulonprogo, Wates, tebukti dengan membludak- nya pengunjung yang memadati Alun - alun Wates pada hari itu.   
        Jupiter Aerobatic Team yang tampil full selama 2 hari, mengundang decak kagum dan histeria penonton karena walaupun Wates tidak terlampau jauh dari Lanud Adisutjipto yang nota bene adalah home base dari Jupiters, namun penampilan khusus seperti ini baru kali ini dilakukan.

Tuesday, July 10, 2012


THE JUPITERS GO INTERNASIONAL


                "Swas dee kraaap…!!!"   Kata itu sangat melekat di telinga The Jupiter.   Ucapan itu kerap kali di dengar terutama saat mereka bertemu dengan seseorang, apakah gerangan artinya???   "Swas dee kraaap" merupakan salam dalam bahasa Thailand.  Ya…memang The Jupiters, tim aerobatic kebanggaan bangsa Indonesia beberapa waktu lalu diundang oleh Angkatan Udara Thailand dalam rangka memperingati " Centennial of the RTAF Founding Fathers Aviation" atau 100 Tahun Penerbangan Negara Thailand.
                Perjalanan menuju Thailand merupakan sejarah baru bagi Jupiter aerobatic Team karena ini merupakan perjalanan terjauh yang ditempuh oleh pesawat KT – 1 B Woong Bee.   Route terjauh yang pernah ditempuh oleh pesawat KT 1 B sebelumnya adalah menuju Kota Medan yang dilakukan beberapa tahun lalu saat siswa Sekolah instruktur penerbang bernavigasin ke sana.   Selain itu, misi ini adalah misi internasional pertama kalinya bagi tim ini,  sebuah misi kenegaraan yang bukan saja mempertaruhkan nama baik tim ini ataupun TNI AU, melainkan nama bangsa dan Negara Indonesia.
            Perjalanan bersejarah ini diawaki oleh 13 instruktur Penerbang Wingdik Terbang Lanud Adi Sutjipto dengan pimpinan rombongan Komandan Wingdik Terbang Kolonel Pnb M. Khairil Lubis,Advisor Kolonel Pnb Wahyudi Sumarwoto, Leader Letkol Pnb Dedy Susanto , SE, Right Wingman Mayor Pnb Frando Marpaung, Left Wingman Kapten Pnb Adi Brata, Slot Mayor Pnb H.S. Romas, Lead  Synchro Mayor Pnb H.M. kisha, Synchro Mayor pnb Marcellinus AKD, Supervisor Kolonel Pnb Anang Nurhadi S, Narator Kpt Pnb Agus Dwi A, Leader backseater Kapten pnb Dharma Gultom, Stand By Right Kapten Pnb Ngurah Sorga, safety officer Mayor Noto Casnoto serta VCP Mayor Pnb Urip Widodo.
            Tanggal 24 Juni 2012 pagi hari, 7 pesawat KT 1 B Woong Bee angkat kaki dari Lanud Adi Sutjipto menuju Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan selanjutnya menuju Lanud Palembang.  Sesuai standard operating procedure,  maksimal jam terbang sehari bagi IP Wingdik Terbang adalah 3 sorties atau 4 Jam terbang, sehingga penerbangan dibagi menjadi beberapa hari perjalanan.  Hari kedua perjalanan dilanjutkan menuju Lanud Roesmin Nuryadin Pakanbaru dan Lanud suwondo, Medan.   Dua hari perjalanan di dalam negeri berjalan dengan lancar dan aman, kondisi pesawat yang serviceable serta cuaca pada rute penerbangan yang cukup bersahabat mendukung kelancaran misi ini.
            Perjalanan hari ketiga merupakan perjalanan paling bersejarah bagi The Jupiters, karena pada leg inilah  pertama kalinya pesawat KT – 1 B TNI AU melintasi border Negara tetangga Malaysia dan Thailand.  Ada sedikit perasaan nervous dan excited saat Jupiters melaksanakan penerbangan pada leg ini.   Selain karena perjalannya yang cukup jauh, hampir semua pilot jupiters belum pernah terbang ke Thailand, sehingga penerbangan ini butuh persiapan yang matang. Dalam melaksanakan misi penerbangan luar negeri ada beberapa ketentuan yang harus ditepati untuk dapat melaksanakan penerbangan lintas damai melalui wilayah udara Negara lain.   Selain syarat – syarat umum seperti flight plan yang berisi tentang rute yang akan dilalui, jenis pesawat yang digunakan, pilot in command pada tiap – tiap pesawat, endurance, alternate base dan lain sebagainya, ada syarat khusus bagi pesawat – pesawat militer yakni Flight Clearance atau ijin melintas dari otoritas Negara yang akan dilewati atau disinggahi.   Flight Clearance  ini berupa kode berupa angka dan huruf yang berisi informasi jenis dan jumlah pesawat yang melintas, rute, pilot in command, tail number tiap pesawat serta maksud dan tujuan untuk melintas.   Perjalanan pada leg internasional ini berlangsung dengan sangat lancar, tidak seperti yang dibayangkan, proses rumit perijinan yang memakan waktu berhari – hari ternyata tidak serumit pelaksanaannya.   Setelah melintas di atas pulau langkawi, Flight KT 1 B yang terbagi menjadi Jupiter dan Garuda Flight  diarahkan langsung menuju Alor Star dan untuk selanjutnya langsung menuju hatyai, sebuah bandara Internasional Thailand yang terletak di bagian selatan Thailand.  Cuaca cerah sepanjang perjalanan menuju Hatyai sangat membantu kelancaran penerbangan kali ini.

PRACHUAB YANG EKSOTIK
            Sebelum menuju Don Muang Bangkok, lepas landas dari pangkalan udara Hatyai, The Jupiters harus mampir ke Prachuab, sebuah pangkalan militer milik RTAF.    "Prachuab tower, Jupiter Flight request  landing via overhead and joint left Downwind Runway 26" leader Jupiter call kepada Prachuab Tower.  "Negatif Jupiter, we are only have right downwind for approach" jawab Tower.  Lho kok bisa? Hampir di semua pangkalan udara, right atau left down wind dapat digunakan kecuali dengan alasan – alasan tertentu.   Tetapi tidak masalah, sebagai tamu, kita harus menghormati tuan rumah.   Kemanapun diarahkan, jupiters siap untuk melaksanakan.
            Amazing !!! luar biasa !!! pertanyaan yang menggantung saat approach terjawab menjelang overhead runway.   Sesaat pilot Jupiter tercengang, baru kali ini mereka menemukan runway seperti ini. Pantas saja mereka tidak boleh menggunakan left downwind, di posisi left base runway 26 ada sebuah bukit yang tinggi dan terjal sehingga sangat tidak memungkinkan untuk landing dari arah ini.   Approach melalui right base juga tidaklah mudah, kalau tidak alert dan hati – hati bisa celaka!   Di base ada bukit kecil dan tepat di final ada pulau yang merupakan sebuah bukit yang betul – betul menjadi obstacle bagi pesawat yang akan landing.   Saat landing pilot harus terbang di celah  kedua bukit tersebut atau overhead di atas bukit dengan resiko harus melaksanakan high approach setelah melewati bukit.   Menurut penerbang RTAF yang bertugas di Pangkalan ini, landasan Prachuab memang khusus digunakan untuk visual approach, instrument approach tidak diperbolehkan karena kondisi ini.
            Sesaat setelah landing, ada hal lain yang mencengangkan, jarak antara pinggir landasan dengan pepohonan di kiri dan kanan sangat dekat, biasanya di samping landasan ada grass trip, namun di pangkalan ini berbeda.   Sekitar kurang lebih 20 meter di sisi kiri dan kanan landasan terdapat pepohonan perdu dan bunga yang sangat indah.   Landing roll menuju ujung runway 08 bak masuk ke dalam sebuah taman yang indah dan sejuk.   Sampai di tengah landasan, untuk kesekian kalinya The jupiters dibuat ternganga, ternyata ada jalan umum yang melintas di tengah runway,   ada portal yang menghalangi kendaraan yang lewat di sisi kiri dan kanan landasan seperti halnya pintu perlintasan kereta api…. Hmmm… sebuah pangkalan yang aneh.
            Setelah beristirahat sejenak di Prachuab, the jupiters kembali melanjutkan perjalanan leg terakhir menuju Don Muang.   Ini adalah leg terpendek, perjalanan menuju pangkalan udara Don Muang memakan waktu kurang lebih satu jam. Dahulu, pangkalan ini merupakan satu – satunya Bandara internasional di Bangkok, Namun setelah beberapa kali banjir besar melanda kota Bangkok yang juga merendam pangkalan ini, Pemerintah Thailand memutuskan untuk membangun bandara internasional baru di Bangkok yang lebih representative yakni Bandara Internasional Swarna Bhumi.
            Sesampainya di Bangkok, The Jupiters disambut oleh pejabat perwakilan dari RTAF dan Dubes RI untuk Thailand, Bapak Lutfi Rauf serta Atase Udara Kolonel Pnb Joko Takarianto.   Ke-13 Pilot Jupiter disamput kalungan bunga khas Thailand .   Pada kesempatan tersebut Dubes RI menyampaikan ucapan selamat datang di Thailand dan menjelaskan secara singkat bahwa tugas yang diemban oleh Jupiters bukan semata – mata tugas satuan dan TNI AU melainkan tugas Negara sebagai "Duta bangsa".   Lebih jauh lagi beliau menyampaikan bahwa Jupiters merupakan salah satu bagian dari sejarah penerbangan Thailand.  "Guys, We are part of Thailand Aviation History".

BLUE PHOENIX : ANTARA SAHABAT DAN RIVAL?
            Menyadari akan arti penting sebuah team aerobatic, di usianya yang keseratus tahun ini, Royal Thai Air force membentuk kembali sebuah team aerobatic.  Blue Phoenik nama yang dipilih sesuai dengan warna pesawat yang digunakan yang didominasi oleh warna biru dan selaras juga dengan coverall biru yang digunakan oleh para penerbangnya.   Sejarah tim aerobatic  Thailand sebenarnya jauh lebih tua dari sejarah tim aerobatic Indonesia.  Tim aerobatic pertama mereka dibentuk pada tahun 1952 menggunakan pesawat Bearcat Fighter.  Namun entah mengapa Thailand mengalami ke-vacuum-an yang begitu lama sampai akhirnya membentuk kembali tim aerobatic pada tahun 2012 ini.
            Sebagai duta Negara di udara, yang menampilkan  profesionalisme penerbang masing – masing Angkatan Udara, sebuah tim aerobatic dapat dengan efektif memberikan detterent effect atau efek getar kepada militer Negara lain khususnya angkatan udara.   Maneuver – maneuver ekstrim yang mampu dilaksanakan dengan sangat baik menunjukkan kemampuan dan skill para penerbang di dalam mengoperasikan mesin perang atau alutsista yang menjadi tanggung jawabnya.  Oleh karena itulah, The jupiters , tim aerobatic Indonesia berlatih keras untuk memberikan penampilan terbaik demi mencapai tujuan tersebut.   Kehadiran The jupiters pada perayaan 100 Tahun penerbangan Thailand selain untuk memeriahkan acara tersebut juga sebagai trigger bagi Blue Phoenix untuk dapat tampil dengan lebih baik, memberikan keyakinan bahwa orang Asia, khususnya Asia Tenggara mampu melaksanakan maneuver yang sama bahkan lebih dari tim – tim lainnya yang lebih dahulu terbentuk.   Beberapa maneuver yang ditampilkan oleh blue phoenix sama dengan maneuver yang dilakukan oleh Jupiters seperti loop, clover leaf, Kite barrel, heart dan mirror.  Namun karena tim ini baru terbentuk, yakni  baru 11 bulan, jumlah pesawat yang ditampilkan adalah 5 pesawat tanpa slot.
            Kehadiran Jupiter dan Blue phoenix dalam satu event ini selain mempererat hubungan militer antara kedua Negara, juga menimbulkan sedikit persaingan. Kedua tim berusaha tampil lebih baik dari tim yang lain, di satu sisi bersahabat, disisi lain sebagai rival.  Namun rival dalam hal ini bukanlah musuh, rival adalah trigger dan penyemangat untuk terus berlatih dan tampil dengan lebih baik. Saling berbagi dan berdiskusi tentang segala hal yang berkaitan dengan tim aerobatic, maneuver, dan proses pelatihannya adalah topik yang baik untuk dibahas sebagai upaya untuk mempererat hubungan. Dan yang paling penting dari kegiatan ini adalah misi Negara dalam meningkatkan hubungan bilateral antara Negara Indonesia dan Thailand yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat tercapai.

DISPLAY YANG LUAR BIASA
            Perayaan puncak dari peringatan jatuh pada tanggal 2 juli 2012, namun untuk penampilan Alliance participants atau penampilan Negara luar dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Juni 2012.          Negara luar yang terlibat dalam perayaan ini adalah hanya 2 negara, yang pertama adalah Singapura yang menampilkan solo aerobatic F-16 Fighting Falcon dan Jupiters dengan KT 1 B – nya.  Pada event kali ini Singapura membawa 2 F-16 dengan 2 orang penerbang yakni Jerky dan Twister.   Sedangkan Indonesia yang menampilkan Jupiter aerobatic team diperkuat oleh 13 orang penerbang dan Airforce band yang juga tampil pada saat display aerobatic Jupiter dilaksanakan.
            Penampilan pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2012 di hadapan Kepala Staf Angkatan Udara Thailand CinC Itthaporn Subhawong dan para pejabat Thailand lainnya. Pertunjukan hari itu memang khusus ditujukan kepada kalangan internal RSAF dan Media.  Sebuah Tenda kehormatan telah disiapkan tepat di depan barisan pesawat KT 1 B Woong Bee  Indonesia, F-16 milik Singapura dan pesawat Extra 300 milik penerbang freelance "Esper"  pensiunan RTAF .   Set up parkir pesawat dan tenda penonton memang sengaja dibuat sedemikian rupa sehingga pilot dapat langsung berinteraksi saat akan naik pesawat ataupun setelah landing.  Sesuai hasil koordinasi dengan panitia pelaksana, untuk penampilan alliance participants urutannya dimulai dengan display solo aerobatic F-16 Singapura dilanjutkan display Jupiter aerobatic team dan kemudian diakhiri oleh display solo aerobatic pesawat Extra 300.   Sedangkan display seluruh kekuatan udara Thailand termasuk Blue phoenix akan dilaksanakan mulai pukul 14.00 sampai dengan selesai.
            Display F-16 Singapura dilaksanakan pukul 11.00 local time.  Namun Jupiter yang dijadwalkan tampil pada pukul 11.10 – 11.40 harus take off mendahului karena harus melaksanakan warming up di area.  Pesawat F-16 Singapura setelah take off langsung terbang menanjak dan langsung bermanuver selama kurang lebih sepuluh menit.  Penampilan solo Aerobatik ini cukup memukau para penonton yang berkumpul di sepanjang appron.    Setelah solo Aerobatik F-16 selesai maka tibalah saatnya Jupiter untuk tampil. Display didahului oleh pemutaran thriller Jupiter di dua layar lebar yang memang sengaja dipasang di depan tenda penonton, tak ketinggalan  Airforce Band yang telah jauh – jauh datang dari Lanud adisutjipto juga tampil mengiringi display aerobatic Jupiter.
            Tampil dengan 6 pesawat KT 1 B, Jupiter Aerobatic Team tampil sangat memukau publik Thailand, teriakan histeris penonton mulai terdengar sejak tim ini melakukan  Jupiter Roll sebagai exercise pembuka.  Manuver demi maneuver dilakukan dengan sangat baik, kondisi cuaca yang cerah sangat mendukung pelaksanaan display, asap putih yang keluar dari exhaust pesawat KT 1 B terlihat cukup jelas, seluruh maneuver dapat dilaksanakan karena base cloud yang tinggi.   Teriakan penonton semakin keras ketika pesawat no 5 dan 6 melakukan synchro maneuver yakni wheel, heart dan mirror.   Histeria makin menjadi saat Jupiter 6 melaksanakan maneuver solo spin, pesawat menanjak vertical dan berputar pada porosnya sampai berhenti sesaaat untuk kemudian jatuh bebas berputar seakan – akan hendak menghunjam ke bumi.   Display Jupiter hari itu ditutup dengan maneuver bomb burst yang disambut tepuk tangan penonton yang ada di Aprron.
            Setelah landing dengan aman dan parkir di depan penonton,  6 Pilot Jupiter berbaris rapi berbanjar dan maju ke depan panggung kehormatan memberikan penghormatan kepada Kepala Staf RTAF CinC Itthaporn subhawong.   Setelah menerima penghormatan, I – Porn, sapaan akrab beliau langsung menghampiri tim Jupiter dan menyalami satu per satu.   Pada kesempatan tersebut, selain mengucapkan terima kasih atas penampilan Jupiter yang luar biasa, I – Porn memberikan cinderamata berupa topi dan scraft dari RTAF.  Tim Jupiter – pun  pada kesempatan tersebut juga memberikan kenang – kenangan berupa bingkai foto dan badge kepada sang Marsekal.    Display hari itu diakhiri dengan sesi foto bersama dengan pejabat  AU Thailand serta wawancara dengan berbagai media Thailand.
            Display hari kedua  ternyata berlangsung dengan sangat meriah, karena hari itu merupakan open day dan display  terbuka bagi masyarakat umum.   Iklan dan pengumuman yang dilaksanakan jauh – jauh hari sebelumnya melalui media cetak dan elektronik Thailand ternyata sangat efektif, terbukti dengan hadirnya ribuan penonton yang memadati appron Donmuang Bangkok.   Urut – urutan display hari kedua sama dengan hari pertama.   Maneuver yang dilaksanakan oleh Jupiter juga sama namun satu maneuver loop sebelum bomb burst tidak dapat dilaksanakan karena ada awan gelap di sebelah selatan landasan yang menyebabkan maneuver ini tidak dilaksanakan dan diganti dengan level pass.   Namun hal tersebut tidak mengurangi histeria penonton terutama saat maneuver synchro dilakukan.   Banyaknya penonton wanita yang menghadiri acara tersebut menyebabkan suasana makin meriah. Teriakan dan jeritan mereka makin mewarnai jalannya display Jupiter.
            Setelah landing, para pilot Jupiter turun dan berbaris rapi di depan pesawat disambut oleh teriakan dan tepuk tangan para penonton.   Tim Jupiter kemudian maju kearah kerumunan penonton   Tepat beberapa langkah di depan kerumunan penonton, Tim Jupiter berhenti dan atas komando dari leader mereka memberikan salam sambil sedikit menunduk dengan merapatkan kedua tangan di depan dada sambil mengucapkan "Sawadikraaaft" .   Riuh rendah tepuk tangan dan teriakan penonton makin menjadi karena aksi Jupiter yang dianggap mengangkat budaya local mereka dalam memberikan salam.    Sesaat kemudian para pilot Jupiter menyebar kearah penonton untuk membagikan souvenir berupa sticker, pin , gantungan kunci, poster dan lain sebagainya.   Tak dapat dilukiskan antusiasme para penonton di Bangkok saat itu.   Dalam sejarah terbentunya Jupiter baru kali inilah mereka disambut bak pahlawan, bahkan di dalam negeri-pun sambutannya tidak sedemikian meriahnya.   Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya.  Para penonton berebut untuk meminta tanda tangan pada poster yang dibagikan, ibu – ibu tak kalah aksinya untuk meminta para pilot ini untuk bersedia berfoto dengan anak – anaknya.   Momen foto bersama ternyata tidak berhenti sampai di situ saja, di dalam area exhibition yang digelar di dalam hanggar, beberapa penonton yang tidak sempat berfoto di depan appron, meminta pilot Jupiter untuk bersedia berfoto dengan mereka.    Penampilan hari kedua tersebut ternyata juga ditonton oleh puluhan warga Negara Indonesia yang tinggal di Bangkok, beberapa dari mereka adalah mahasiswa yang tengah belajar di sana.  "Bangga kita pak jadi bangsa Indonesia hari ini,    Jupiter luar biasa pak, kami tidak menyangka Negara kita punya tim aerobatic seperti ini " ujar salah seorang dari mereka.   Beberapa warga Thailand dengan bahasa inggris yang terbatas hanya mampu mengacungkan jempol sambil berteriak "Jupiter, excellent…excellent".



            Lima hari di Bangkok terasa amatlah singkat, Bangkok sangatlah berkesan bagi Jupiter.   Sambutan yang luar biasa meninggalkan sebuah kenangan manis yang tertanam jauh daalam sanubari jupiters.   Dalam arahan singkat sebelum jupiters meninggalkan Bangkok keesokan harinya, Dubes RI untuk Thailand, Bapak Lutfi Rauf yang didampingi oleh atase udara Indonesia Kolonel Pnb Joko Takarianto Menyampaikan ucapan terima kasih dan bangga kepada Jupiter aerobatic team yang telah berhasil menjadi duta bangsa Indonesia dalam rangka mempererat hubungan bilateral kedua Negara.   "Satu hal yang saya pribadi banggakan dari TNI, khususnya tim Jupiter TNI AU yakni fighting spirit yang sangat luar biasa, semangat pantang menyerah walaupun dengan kondisi dan dukungan yang terbatas, bapak – bapak sekalian mampu menunjukkan performa yang luar biasa sehingga rakyat Thailand sangat mengenal bapak-bapak sekalian"  ujar bapak Lutfi Rauf.   Keberhasilan Tim Jupiter di Bangkok ini adalah sebuah tonggak sejarah bahwa Jupiter telah go internasional dan mampu mensejajarkan diri dengan tim  aerobatic lain dunia yang telah terlebih dahulu terbentuk.   




Saturday, March 10, 2012

Kunjungan The Roulletes



Gumpalan asap hitam yang berbentuk garis – garis panjang tampak di ujung runway 27 Lanud Adisutjipto. Di kejauhan tampak sekelompok burung besi yang terbang rendah berkelompok. Ada yang berbeda pada pagi hari itu di Wingdik Terbang lanuud Adi, komandan Lanud beserta beberapa pejabat terlihat menunggu di shelter KT 1 B Woong Bee. Beberapa dari mereka mengenakan overall merah menyala milik members Jupiter aerobatic Team. Ada apakah gerangan???

Ternyata gerombolan burung besi berasap hitam itu adalah tim aerobatic yang sudah terkenal seantero jagat dan sangat berpengalaman melaksanakan display formasi aerobatic di berbagai Negara, “The Roulletes “ dengan 7 buah pesawat PC 9 pillatus dengan formasi delta melaksanakan tactical landing di atas Runway Bandara Adisutjipto.

Kedatangan Roulletes kali ini adalah dalam rangka perjalanan menuju Singapura, mereka dijadwalkan akan mengisi demo udara pada Singapore Air Show 2012 yang diselenggarakan di Bandara Changi Singapore. Lanud Adisutjipto merupakan pilihan bagi tim ini sebagai tempat singgah dalam perjalanan panjang mereka.

Kesempatan ini tidak di sia – siakan oleh kedua pemerintah Negara yang bertetangga ini, adanya hubungan khusus antara kedua Angkatan Udara khususnya tim aerobatic kedua Negara D’Jupiters dan The Roulletes dimanfaatkan untuk mempererat hubungan. Beberapa acara dipersiapkan mulai dari airman to airman talk, pertukaran cindera hati dan social gathering yang melibatkan penerbang dari kedua tim yang kembar ini.

Operasi Mandiri

Efektif dan Efisien……………dua kata itu kiranya cukup mewakili management dan system yang diterapkan oleh tim Roulletes saat melaksanakan short stop di lanud Adi, seusai mendarat para pilot roulletes menyelesaikan seluruh urusan mereka secara mandiri mulai dari parkir pesawat, locking seluruh system, mengangkut barang, refuel, sampai dengan menyiapkan untuk penerbangan berikutnya. Dan yang lebih mencengangkan adalah Teknisi yang mengurus 7 pesawat yang datang hanya 7 orang…………luar biasa efektif, satu ground crew untuk satu pesawat dan mereka mampu meng-handle beberapa hal yang menyangkut system yang berbeda dari pesawat mulai dari engine, fuel , air frame, oksigen dan lain sebagainya……dalam hal ini mereka sangat professional.

Perjalanan mereka dari Australia – pun dipersiapkan dengan sangat cermat. Perjalanan mereka dilengkapi dengan pesawat yang berguna sebagai weather penetration, sebuah pesawat Beechcraft yang dilengkapi radar cuaca yang diterbangkan terlebih dahulu 50 sampai dengan 100 mile ke depan untuk mengamati cuaca pada rute yang dilalui untuk kemudian ditransmit kepada flight roulletes di belakangnya. Sebagai pengangkut Ground crew dan peralatan pemeliharaan pesawat, digunakan sebuah pesawat C-130 type J yang cukup canggih.

Airman to Airman Talk

Sesaat setelah landing, para pilot roulletes digiring menuju ruang briefing Jupiters, disana telah menunggu para pilot Jupiters. Acara dimulai dengan sambutan dari Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Abdul Muis yang mengucapkan selamat datang kepada roulletes team di Jogjakarta dan dilanjutkan dengan sambutan dari Leader Roulletes SqnLdr David Penton. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penukaran cindera hati dari kedua Tim. Di akhir acara, kedua tim diberi kesempatan untuk memutar film masing – masing team, sekilas ada banyak kesamaan maneuver yang dilaksanakan oleh Jupiter Aerobatik Team dan The roulletes, ya… wajar saja memang ada beberapa maneuver d’Jupiters yang diambil dari The roulletes, sah – sah saja, maneuver bukan merupakan suatu hak cipta, bukan pula copy paste yang diharamkan. Akan tetapi merupakan suatu upaya yang berat, berbahaya dan beresiko sangat tinggi.

Selesai pemutaran film singkat masing – masing team, dilaksanakan Tanya jawab atau yang lazim disebut sebagai airman – to airman talk. Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh members Jupiter antara lain bagaimana cara menyiasati penggunaan power yang terbatas saat melaksanakan maneuver terutama bagi wingman sebelah luar, bagaimana proseduryang dilaksanakan oleh mereka saat melaksanakan display termasuk prosedur untuk recruitment.

Pertanyaan – demi pertanyaan yang dilontarkan oleh members Jupiter, satu persatu dijawab oleh members roulletes. Pertanyaan – pertanyaan yang disampaikan oleh D’ Jupiters bukanlah menunjukkan bahwa Roulletes memiliki kemampuan yang lebih daripada Jupiters, akan tetapi perbandingan dan pengalaman sebagai tim aerobatic propeller-lah yang sangat diperlukan oleh D’jupiters sebagai tambahan pengetahuan. Pada acara tersebut, kebetulan dari roulletes hadir hampir semua anggota tim, sehingga members Jupiter dapat menanyakan teknik dan pengalaman terbang ke sesama nomor di team masing – masing.


Postur Jupiterts ¾ -nya, Namun kemampuan Setara…..

Sesi foto bersama dilaksanakan kedua tim di depan tulisan Airforce Flying School, sebagai background disiapkan 1 pesawat KT 1 B dan 1 Pesawat PC 9. Kedua pesawat ini sekilas hampir sama, Mulai dari bentuk, warna dan corak. Kedua pesawat-pun sama –sama menggunakan engine dari Pratt and Whitney Canada jenis PT 6A-62, namun secara umum pesawat KT – 1 terlihat lebih besar dan lebih tinggi. Kebalikan dengan para penerbangnya, pilot Jupiters hanya ¾ -nya The roulletes, namun jangan salah, kemampuan D’Jupiters setara bahkan bisa jadi lebih tinggi dari the roulletes. Seusai foto bersama, para penerbang diberi kesempatan untuk melihat dari dekat masing – masing pesawat yang mereka gunakan. Ada beberapa peralatan yang sama namun ada juga perbedaan seperti pada KT 1 terdapat propeller de-ice system yang berguna bagi pesawat saat memasuki awan Cumulunimbus yang penuh dengan es, namun di pesawat PC 9 tidak ada. Pesawat PC – 9 dilengkapi dengan anti G system, namun KT 1 tidak. Dari semua perbedaan itu ada sesuatu yang patut dibanggakan sebagai Bangsa Indonesia, pesawat KT 1 Tampak lebih bersih, bukan hanya bersih dari debu namun kondisi cat pesawat KT 1 yang mulus sangat kontras sekali dengan PC 9 yang memiliki perbedaan warna di beberapa bagian. Merah Putih D’Jupiters lebih menyala dibandingkan dengan the Roulletes………….secerah nyala api semangat dalam jiwa member Jupiters……..Bravo Jupiters…..

Thursday, March 1, 2012

The Ambassador in The Sky


Sebagai bentuk persembahan bagi para pencinta dirgantara indonesia dan TNI AU, di awal tahun 2012 ini telah terbit sebuah buku yang berisi berbagai hal yang berkaitan dengan tim aerobatik kebanggaan TNI AU Jupiter aerobatic Team "The Ambassador in The Sky". Mulai dari sejarah terbentuknya, members, manuver, perlengkapan yang digunakan hingga berbagai cerita menarik di balik kesuksesan setiap penampilannya.
Buku ini juga memuat beberapa hasil renungan pribadi penulis yang juga sebagai member Jupiter aerobatic Team, pengalaman - pengalaman pribadi yang dituangkan dengan bahasa yang lugas, jelas dan terbuka menjadikan buku ini sangat tepat bagi bacaan semua kalangan mulai dari anak - anak sampai dewasa.
Peluncuran buku ini diharapkan dapat menuntaskan dahaga para fans dan penggemar Jupiters yang mungkin saja hanya tahu d'jupiters dari luarnya saja, Buku ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat dan semangat para pemuda Indonesia untuk bergabung bersama kami "Team aerobatik TNI AU " dan satuan - satuan operasional TNI AU lainnya dalam membela dan mengharumkan nama bangsa dan negara RI.

Tuesday, October 25, 2011

D' Jupiters Menghipnotis Nusa Dua



Satu lagi event yang dimeriahkan oleh d'Jupiters, tim aerobatik kebanggaan bangsa Indonesia ini tampil lagi pada pada bulan Oktober 2011 di Nusa Dua Bali dalam rangka pembukaan ASEAN Fair tahun 2011. Acara ini dihadiri oleh para pejabat dan tamu undangan yang berasal dari 10 Negara yang tergabung dalam asosiasi negara - negara Asia Tenggara (ASEAN). D' Jupiters berdasarkan surat Sekjen Kemhan RI tertanggal 14 Oktober 2011 kepada KSAU merupakan satu - satunya pengisi acara demo udara yang ditampilkan pada acara tersebut selain kirab budaya yang digelar di hadapan Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Persiapan d' Jupiters diawali dengan kegiatan Ferry Flight dari Lanud Adisutjipto menuju Lanud Ngurah Rai, Bali. Seperti pada display - display sebelumnya, d'Jupiters kali ini juga menyiapkan delapan pesawat KT - 1 B buatan Korea Selatan dengan cat kebanggaan merah putih dengan crew penerbang sebanyak 14 orang dan crew pendukung sebanyak 35 orang. Pelaksanaan ferry Flight mengalami sedikit kendala, pada saat start engine, pesawat no 8 mengalami masalah dengan trim system, sehingga diputuskan satu pesawat tersebut tinggal di Adisutjipto untuk mendapatkan perbaikan dikawal oleh satu pesawat lain sehingga yang berangkat terlebih dahulu adalah 6 pesawat. Rute yang di tempuh adalah Java South coast melalui pacitan-pulau Sempu - ngurah Rai. Enam pesawat airborne dengan aman menuju Bali, leaving pacitan terdengar calling dari Woong bee flight yang menyusul di belakang. Rupanya permasalahan trim pada saat start tadi sudah teratasi dan siap menyusul ke Ngurah rai.

Perjalanan pagi itu tidak mengalami hambatan yang berarti karena cuaca dan kondisi pesawat sangat mendukung sehingga dalam waktu kurang lebih satu jam dua puluh menit delapan pesawat KT 1 B mendarat dengan selamat. Satu jam kemudian, setelah melaksanakan istirahat, rombongan d'Jupiters berangkat menuju ke Nusa Dua untuk melihat lansung podium penonton yang juga rencananya akan dihadiri oleh para pejabat dari negara - negara ASEAN dan Presiden RI. Di tempat tersebut tim jupiters melaksanakan assassement terhadap view yang tersedia untuk menentukan arah datang dan arah manuver d'Jupiters. Ini merupakan standar baku pelaksanaan display Jupiters bahwa sebelum pelaksanaan display harus di check keamanan dan estetika pandangan penonton sehingga tujuan pelaksanaan display dapat tercapai.



Keesokan harinya d'Jupiters melaksanakan check route menggunakan 3 pesawat untuk menentukan check point - check point manuver dari atas. Siangnya dilanjutkan dengan geladi kotor menggunakan 6 pesawat KT 1 B. Secara umum check route dan geladi kotor dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar karena cuaca hari itu sangat mendukung, begitu pula dengan pelaksanan geladi bersih pada hari berikutnya, Cuaca, air traffic controller serta pendukung lainnya sangat kondusif sehingga d'Jupiters sudah sangat siap menghadapi display pada hari H.

Pagi hari tanggal 24 Oktober 2011, team Jupiters bangun pagi disambut dengan udara dingin. Ini cukup aneh karena selama seminggu di Pulau Dewata cuaca sangatlah panas. Di akhir musim kemarau ini udara Denpasar semakin kering dan berdebu namun malam itu sepertinya turun hujan yang walaupun tidak cukup lebat tetapi mampu mendinginkan temperatur udara Bali. Pandangan ke arah luar kamar hotel Harris tempat menginap d'Jupiters jauh ke angkasa tampak samar - samar siluet hitam mengambang di atas permukaan bumi menutupi sebagian kota Denpasar. Pemandangan yang sama tampak jauh ke arah selatan.....ya di atas Nusa Dua cuaca rupanya tidak jauh berbeda. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat d'Jupiters untuk melaksanakan display karena apapun kondisinya d'jupiters siap dengan alternatif manuver.


TOT MAJU 50 MENIT............SANGAT MENEGANGKAN !!!!!!!!!!!

Kesepakatan dengan event organizer yang mengelola acara pembukaan ASEAN fair 2011, alokasi waktu yang diberikan kepada d'Jupiters untuk melaksanakan display adalah pada pukul 10.40 TOT (time over target), artinya pesawat jupiters melintas pertama di depan podium tepat pada waktu tersebut. dalam pelaksanaan mission apapun baik operasi , latihan ataupun fly pass seorang penerbang sudah terbiasa untuk tepat waktu dan prepare terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Seluruh waktu kegiatan dihitung mundur dengan cermat termasuk spare waktu untuk mengantisipasi jika ada sesuatu masalah yang kemungkinan memakan waktu untuk mengatasinya. Menurut perhitungan, start dilaksanakan pada pukul 09.45 dengan harapan d' Jupiters masih punya waktu untuk melaksanakan warming up di Area. Sebelum d' jupiters, di atas podium direncanakan akan terbang dua cessna AAU yang membawa banner untuk memeriahkan acara pembukaan ASEAN fair. Tepat pukul 09.15 Dua cessna sudah melaksanakan persiapan.
Pada pukul 09.15 itu juga leader d'Jupiters Letkol pnb Dedy Susanto meminta members untuk melaksanakan persiapan padahal masih ada waktu setengah jam untuk melaksanakan persiapan, mungkin beliau sudah feeling akan ada sesuatu. D'jupiters segera melaksanakan exterior inspection yakni mengecek kesiapan pesawat sebelum pelaksanaan terbang. Pengecekan tidak hanya dilaksanakan pada 6 pesawat yang akan digunakan tetapi termasuk pada 2 pesawat yang menjadi cadangan. Tak lama kemudian d'Jupiters melaksanakan start engine, pada saat start keanehan mulai terjadi. Dua cessna yang seharusnya sudah mengudara tampak masih diam di tempat parkirnya disebelah barat Appron Ngurah Rai yang tampak sibuk seperti biasanya. Seharusnya kedua cessna tersebut sudah Take Off , tetapi tidak ada penjelasan mengenai hal ini. Pada saat semua pesawat sudah melaksanakan start engine dengan complete, leader memerintahkan seluruh member untuk check smoke. Ternyata hal yang tidak diinginkan terjadi, ada masalah dengan jupiter six yang diawaki mayor hardjo, smokenya tidak dapat keluar. Leader segera memerintahkan mayor hardjo untuk pindah ke pesawat lain, untung saja sebelum start tadi seluruh pesawat sudah disiapkan termasuk pesawat cadangan sehingga ketika ada pesawat yang mengalami masalah, penerbang dapat pindah dengan cepat. Sekonyong - konyong terdengar suara wanita yang lembut di ujung radio Ngurah Ground "Jupiter flight, Ground", leader tidak langsung menjawab namun dijawab setelah call yang kedua "Ground, Jupiter go ahead". "Jupiter clear taxy runway 09 via Nopember 7". Leader menjawab "Stby, we are waiting for number 6". Lalu dijawab pula oleh Ground dengan bahasa indonesia "Pak, dari VCP Nusa Dua diminta Take Off sekarang, kemungkinan acaranya maju". Tanpa berfikir panjang Leader segera memutuskan untuk taxy saat itu juga dengan meninggalkan no 6 yang masih pindah pesawat. Seluruh members terdiam, tak seorangpun mengeluarkan kata - kata, bagaimana tidak, display yang sudah disiapkan dengan matang namun pada hari pelaksanaannya ada masalah besar, cuaca tidak mendukung, TOT maju dan yang lebih parah adalah, kami harus take off dengan lima pesawat......sementara di Nusa Dua, Presiden dan pejabat negara - negara ASEAN serta Ratusan atau bahkan ribuan penonton lainnya menanti kedatangan D'Jupiters.

Ini adalah event yang mempertaruhkan kehormatan bangsa dan kredibilitas Tim aerobatik Jupiter. Ini pertama kalinya d'Jupiters tampil di depan Presiden dan event internasional, bisa dibayangkan jika event ini gagal maka mungkin saja d'Jupiters tidak akan diminta lagi untuk tampil pada event - event besar. Lima Pesawat akhirnya take off dengan aman menuju holding point, setelah contact ke Bali approach, d'jupiters di arahkan untuk contact VCP. Baru saja pindah channel, VCP sudah memanggil, terdengar suara Kapten Pnb Bambang Aprianto dengan nada tergesa -gesa "Jupiter Fl, VCP" Leader menjawab "Go ahead" , "ijin komandan, TOT maju ke 09.50, dimohon untuk persiapan leaving Holding point". Leader menjawab "ok stand by, kita menunggu no 6 sebentar". Sambil menunggu nomor 6, d'Jupiters holding di ujung selatan pulau Bali, Cuaca nampaknya belum begitu bersahabat, langit masih tampak gelap dengan base cloud 2500 ft, padahal minimal 3000 ft dibutuhkan untuk melaksanakan manuver high show.

Tiba - tiba terdengar suara mayor Hardjo, "Jupiter one, six", ijin kami baru airborne, request position? Leader menjawab " Radial 180 15 nm, ayo segera joint, waktu kita sudah mepet" jawab Leader. Tak lama kemudian Mayor Hardjo call lagi' "Kami sudah di holding point, request heading? suasana makin tegang, saat itu seharusnya d'Jupiters sudah leaving Holding point namun disaat yang sama no 6 belum join, pemanasan dan familiarisasi manuver juga belum dilaksanakan. "Ok, no 6 turn right now,check 2 o'clock higher" suara Leader memecah keheningan. No 6 akhirnya dapat bergabung dengan cepat, beruntung bagi d'Jupiters karena seluruh membernya merupakan penerbang - penerbang yang sudah memiliki pengalaman dan dan sudah terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai macam permasalahan.. Sesaat kemudian VCP call lagi "ijin komandan, clear leaving sekarang". "Ok, Jupiter Leaving sekarang, untuk high show atau low show nanti setelah over head kita putuskan". Keheningan dan ketegangan makin berkecamuk menghinggapi d'Jupiters, semua berusaha menenangkan diri, biasanya sebelum display dilaksanakan pemanasan selama 15 menit, namun kali ini berbeda, waktu display maju tidak terduga. Biasanya variasi maju mundurnya suatu acara adalah dalam range 10 menit...........namun kali ini 50 menit..!!!!!!!!!

"Double distance Go......!!!!!! aba--aba leader merobek kesunyian, "Preparation for Jupiter roll" two! three! four! five! six ! jawab members. Jupiter roll dilaksanakan dengan aman, leader berbelok ke kanan melaksanakan climb turn, passing 2500 ft leader call "preparation for high show sequences" yang dijawab oleh vcp "VCP copied". Alhamdulillah, ada celah yang terbuka sedikit di atas podium, akhirnya leader memutuskan untuk melaksanakan display normal high show, seluruh jupiters gembira karena akan dapat menampilkan seluruh manuver jupiter karena base cloud memungkinkan. Berarti persiapan dan latihan keras selama ini untuk tampil di depan Presiden tidak sia - sia. Display hari itu sangat menegangkan karena tidak seluruh area Nusa Dua clear dari awan, kemudian ada juga masalah yang tidak kalah berbahaya yaitu layang - layang yang cukup besar di dekat area display meskipun puluhan personel lanud Ngurah Rai paginya sudah dikerahkan untuk memonitor masyarakat yang menaikkan layang - layang selama pelaksanaan display. Layang - layang sangatlah berbahaya bagi pesawat, apalagi layang - layang Bali terkenal Besar dan terbuat dari bambu, apabila tertabrak pesawat sudah hampir pasti dapat dipastikan akan terjadi kecelakaan yang fatal. Hari itu merupakan cobaan yang berat bagi Leader d'Jupiters karena saat melaksanakan manuver harus memilih track yang clear dari awan untuk meyakinkan bahwa seluruh manuver dapat dilaksanakan dengan aman sekaligus dapat dinikmati oleh penonton di bawah. Dengan rahmat Allah yang maha kuasa dan latihan keras setiap harinya, display hari itu berlangsung sukses luar biasa walaupun banyak kendala dan hambatan mulai dari cuaca, waktu display yang maju dan kondisi pesawat yang sempat bermasalah.


TRAGEDI NYOMAN MINTA


Ada cerita lucu diibalik display d'Jupiters hari itu yang mungkin banyak orang tahu karena sorenya sampai tiga hari berikutnya menjadi headline di beberapa televisi nasional yakni kisah seorang tukang kebun di Nusa Dua yang tanpa sengaja menerobos barisan pengamanan presiden. Saat itu Nyoman Minta (45 th) sang tukang kebun yang memang sudah sejak pagi berada di dalam komplek Nusa Dua tanpa sengaja melintas di depan podium Presiden yang saat itu tengah menyaksikan atraksi d'Jupiters bersama beberapa pejabat negara dan pejabat dari negara - negara ASEAN. Jarak yang di tempuh Nyoman minta dari sisi kiri panggung sampai depan podium kurang lebih seratus meter yang berarti selama berjalan di depan panggung yang dipadati penonton tidak ada satupun yang menyadari bahwa ada tamu asing tak diundang yang lewat di depan para penonton. Hal itu membuktikan bahwa penampilan d'Jupiters hari itu mampu menghipnotis seluruh audience sehingga tidak sempat untuk mengalihkan perhatian sedikitpun ke hal - hal lainnya.


Naskah Narasi Dari Tempat Sampah

Ada lagi kisah menarik dibalik kesuksesan display d'Jupiters hari itu yaitu kisah sang narator Kapten pnb Agus Dwi Aryanto. Pada geladi bersih, pihak protokoler menyampaikan bahwa narasi yang disampaikan dalam bahasa Indonesia karena untuk tamu dari luar negeri telah disediakan continous translatting sehingga tidak perlu disampaikan ke dalam bahasa Inggris. Sebagai narator, Kpt Agus selalu menyiapkan beberapa narasi terkait dengan beberapa alternatif exercise atau manuver yang dimiliki oleh d'Jupiters dan harus sinkron. naskah itu ditulis dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan inggris. Idealnya untuk event internasional, narasi dalam bahasa inggris tentu lebih tepat, namun karena pihak event organizer sudah menyampaikan, maka yang disiapkan adalah narasi Bahasa indonesia. Akhirnya sepulang dari Nusa Dua, setibanya di Lanud Ngurah Rai, Kapten Agus melempar naskah narasi bahasa Inggris ke tempat sampah di samping dapur. Namun siapa sangka jika keesokan harinya Kpt agus menerima berita bak petir di siang bolong, dari protokoler menyampaikan kalau Presiden berkenan seluruh acara dibacakan dalam bahasa Inggris. Sontak seluruh panitia panik, tidak hanya MC yang memandu acara namun narator d'Jupiters tidak kalah paniknya. Didampingi mobil kawal, Narator segera kembali ke lanud Ngurah Rai, berharap naskah narasi yang kemarin di lempar ke tong sampah masih ada. Waktu Display kurang lebih 1 jam lagi, mobil yang membawa narator ngebut ke arah Denpasar yang jaraknya cukup jauh dari Nusa Dua, setelah memakan waktu 15 menit yang mungkin menjadi 15 menit yang terlama dalam hidupnya karena ketegangan yang menghinggapi sang narator, 15 menit kemudian narator akhirnya tiba juga di Lanud ngurah Rai. Narator langsung melangkahkan kakinya menuju tong sampah "keramat", mengais- ngais....akhirnya...alhamdulillah.......naskah narasi masih ada walaupun ada sedikit noda, mungkin dari sisa - sisa teh, kopi atau ceceran makanan yang di buang bersama naskah itu.............Bravo d'upiters - Indonesian Airforce Aerobatic Team



Friday, September 9, 2011


TARIAN THE JUPITERS MELUKIS LANGIT LOSARI


ULU JUKU'


Ulu Juku' terdengar aneh di telinga The Jupiters, namun tidak begitu bagi masyarakat yang tinggal di Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya. Ulu artinya kepala dalam bahasa sehari-hari masyarakat Makassar dan Juku' artinya ikan. Hari pertama the Jupiters di Makassar disambut dengan hidangan sop kepala ikan yang lezat khas Makassar di restoran yang cukup terkenal di Makassar yaitu restoran Ulu Juku' oleh komandan Lanud Hasanuddin Marsma TNI Barhim. Malam itu seluruh team Jupiters yang baru landing di Makassar dalam rangka memeriahkan upacara pembukaan Makassar internasional parachuting accuracy water landing championship and boogie jump yang masuk dalam rangkaian event festival bahari mulai tanggal 12 sampai 18 September 2011 di pantai Losari memang dijamu secara khusus sebagai ucapan selamat datang di kota terbesar di wilayah timur Indonesia itu.

Ferry Flight Adisutjipto – Hasanuddin

Perjalanan dari lanud Adisutjipto menuju Lanud hasanuddin merupakan sejarah baru bagi The Jupiters dan menjadi perjalanan yang sangat luar biasa bagi pesawat KT 1 B karena ini adalah perjalanan melintasi laut Jawa yang pertama sejak pesawat ini memperkuat jajaran Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto. Rute yang di tempuh adalah military route melalui Java south coast . Rute tersebut melewati Pacitan-Sempu-Ngurah Rai dan landing di lanud Rembiga. Waktu tempuh perjalanan menuju rembiga selama 1 jam 30 menit dibayangi oleh perasaan was-was karena ini merupakan penerbangan terjauh yang pernah dilakukan, namun dengan perhitungan yang cermat, The Jupiters yakin fuel yang dibawa mencukupi sampai di Rembiga termasuk cadangan fuel untuk ke alternate base jika ada kondisi yang menyebabkan landing di pangkalan tujuan tidak bisa dilakukan. Jupiter Flight yang terdiri atas 8 pesawat KT 1 B akhirnya mendarat di lanud rembiga dengan selamat dan disambut dengan antusias oleh anggota lanud Rembiga dan Masyarakat di Sekitar pangkalan yang baru kali itu melihat 8 pesawat merah putih kebanggaan bangsa landing di Mataram. setelah beristirahat selama kurang lebih 2 jam, The Jupiters kembali mengudara menuju Lanud Hasanuddin melintasi Laut Jawa yang lebar pada ketinggian 15.000 kaki dari permukaan laut. selama perjalanan yang terlihat hanya birunya air laut yang sangat luas, hanya ada beberapa pulau kecil di sepanjang rute perjalanan. Beruntung bagi kami cuaca siang hari itu sangat cerah sehingga penerbangan Jupiters tidak mengalami hambatan yang berarti. Perjalanan yang di tempuh selama 1 jam 20 menit terasa amat lama karena rute yang di lewati lautan luas dengan alternate base yang jauh, namun dengan doa yang selalu dipanjatkan, The jupiters landing dengan selamat di Makassar.


Display Jupiters

Pada display kali ini The Jupiters tampil dengan kekuatan 17 orang penerbang yang telah mendapatkan tugas masing - masing termasuk narator, duty dan lain sebagainya . Masih dengan formasi 6 pesawat KT 1 B. Display yang ditampilkan adalah display high Show yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit. The Jupiters pada display kali ini dipimpin oleh Komandan Skadik 102 Mayor Pnb Dedy Susanto (jupiter 534) dengan backseater Mayor Pnb Toto Ginanto (Jupiter 586), Sebagai Jupiter 2 adalah Kapten Pnb marcellinus AKD (jupiter 677) dengan backseater Kolonel Pnb Anang (Jupiter 351), Jupiter 3 Mayor Pnb H.S. Romas (jupiter 674) dengan backseater Mayor Pnb Andi Abadi (Jupiter 718), Jupiter 4 Mayor Pnb Onesmus GRA (jupiter 618) dengan Backseater Komandan Wingdik terbang Kolonel Pnb M. Khairil Lubis (Jupiter 426) , Jupiter 5 Mayor Pnb H.M. Kisha (Jupiter 690) dengan Backseater Mayor Pnb Putu Sucahyadi (Jupiter 648) dan yang terakhir adalah Jupiter 6 Mayor Pnb Sri Rahardjo (Jupiter 666) dengan backseater Mayor Pnb Safeano Cahyo (Jupiter 705). Untuk mensupport team Jupiters, pada Display ini Komandan lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Abdul Muis turut serta sebagai flight director yang selalu memonitor terus pelaksanaan display mulai dari ferry flight, latihan, display sampai dengan kembali ke home base. Penekanan - penekanan beliau tentang safety tidak bosan - bosan disampaikan. Memang untuk mencapai suatu kondisi yang aman saat melaksanakan penerbangan membutuhkan biaya yang sangat mahal dan keinginan yang kuat dari semua lini. Sebelum melaksanakan display pada tanggal 11 September 2011, The Jupiters sebelumnya melaksanakan empat kali latihan, yang pertama adalah melaksanakan check route menggunakan 3 pesawat yaitu jupiter 1, 5 dan 6 untuk memastikan track dan arah manuver sehingga penonton yang akan menyaksikan nantinya memperoleh sudut pandangan yang pas dan tepat. Latihan kedua dilaksanakan dengan formasi 6 pesawat dengan maksud melaksanakan familiarisasi bagi para penerbang Jupiters yang baru sekali ini melaksanakan display di Makassar Area. Penyesuaian dilaksanakan terhadap seluruh aspek yang terkait dengan pelaksanaan display mulai dari penggunaan aerodrome, kondisi angin dan cuaca di atas area display Pantai Losari dan lain sebagainya. Kekaguman yang luar biasa dilontarkan oleh team Jupiters atas keindahan panorama laut di sekitar makassar saat melaksanakan training di atas selat Sulawesi, ada banyak pulau - pulau kecil yang indah dan masih perawan dikelilingi oleh pantai yang berpasir putih dan air yang jernih kehijauan. Namun keindahan panorama alam tersebut tidak boleh membuat The jupiters terlena karena sebagai wingman jupiters harus tetap berkonsentrasi terhadap formasi, sehingga formasi terlihat indah, kompak, serasi, selaras dan sudah barang tentu aman dari kemungkinan terjadinya incident ataupun accident. Latihan ketiga yang dilaksanakan merupakan latihan terakhir sekaligus geladi bersih pelaksanaan display yang dilaksanakan pada tanggal 10 September. Pada geladi bersih, the jupiters melaksanakan full manuver dengan menggunakan smoke trail yang nampak sangat indah dari bawah. Masyarakat Makassar yang menyambut manuver ini dengan antusias bahkan berteriak histeris ketika synchro jupiters melaksanakan aksinya.

Pada tanggal sebelas September pagi hari, The Jupiters mengawali harinya dengan melaksanakan briefing pagi. Pada briefing pagi disampaikan semua informasi mulai dari informasi cuaca, traffic, dan informasi lain yang dibutuhkan selama penerbangan. Alhamdulillah atas izin Allah SWT pada hari itu diperkirakan cuaca akan cerah sama seperti hari - hari sebelumnya. Seluruh fasilitas pendukung penerbangan juga berfungsi dengan baik. Di akhir briefing, Komandan Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama Barhim menyampaikan pesan khusus pada the Jupiters agar pada penampilan hari itu The Jupiters jangan excited , pelaksanaan formasi diharapkan sama dengan yang di geladikan, jangan ada keinginan untuk lebih rapat sehingga membahayakan formasi. Perasaan excited memang biasa membayangi perasaan seseorang apabila akan menampilkan sesuatu di depan umum, perasaan ini muncul sebagai akibat dari keinginan untuk terlihat sempurna tanpa cela. Perasaan bangga yang berlebihan ini jika diaplikasikan dalam penerbangan akan sangat berbahaya. Perasaan ini dapat mengurangi konsentrasi dan kewaspadaan penerbang sehingga dapat membahayakan diri ataupun penerbang lainnya yang tergabung dalam formasi aerobatik.

Slot time yang diberikan oleh panita dalam pelaksanaan display adalah pukul 11.00 sampai dengan 11.30 WIT, karena sebelum display, Makassar International Parachuting Accuracy and Boogie Jump akan dibuka secara resmi oleh Menpora Bapak Andi Alfian Malarangeng. Selain itu akan ada beberapa sambutan yang dimulai oleh sambutan KSAU Bapak imam sufaat yang dilanjutkan oleh sambutan dari muspida Sulawesi Selatan. Pukul 10.00 tepat The jupiters sudah meluncur menuju ex shelter A-4 yang berada di ujung taxiway charlie. Udara panas Makassar yang menyengat pada hari itu tidak menyurutkan semangat para Jupiters untuk melaksanakan display, yang ada di benak hanyalah bagaimana mensukseskan acara tersebut dan mempromosikan TNI AU melalui display Jupiter aerobatic Team yang baru pertama kalinta tampil di depan publik luar Jawa.

Enam pesawat KT-1 B melaksanakan start engine dengan aman, seluruh pesawat dalam kondisi normal dan siap untuk melaksanakan manuver. Di ujung radio UHF terdengar jelas suara duty Wong Bee ops Kapten Pnb Ivy Safatillah melaksanakan radio check kepada seluruh team jupiters dan dijawab dengan lantang oleh The Jupiters, One !! Two!! Three!!! Four !!! Five !!! Six !!! untuk meyakinkan seluruh pesawat dalam kondisi baik. Udin Ground sebagai controller kemudian mengarahkan The jupiters menuju ujung R/W 31. Kondisi angin saat take off lumayan kencang terbukti saat airborne, formasi 3 pesawat agak bergeser ke kanan karena angin cukup kuat dari arah selatan. Namun karena sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti itu di home base, The Jupiters dapat melaksanakan take off dengan aman. Setelah airborne, The Jupiters terbang menuju holding point pada radial 290 jarak 10 Nm dari Pangkalan. Di holding point the Jupiters melaksanakan latihan sebagai warming up sebelum melaksanakan display. Maneuver yang dilaksanakan mulai dari jupiter roll, loop, clover leaf, Barrell roll, Tanggo Loop,screw roll, roll back dan inverted. setelah cukup melaksanakan latihan, Leader jupiters melaksanakan contact dengan duty VCP di losari mayor Pnb dedy Salam dan kapten Pnb M. Sugiyanto menanyakan waktu leaving holding point. Duty menyampaikan secara detail urutan - urutan acara di bawah sehingga the Jupiters mendapatkan gambaran yang jelas tentang jalannya upacara. Saat menunggu clearance untuk display, tiba - tiba ada perintah dari Air Traffic controller kepada The Jupiters agar bergeser dari holding point karena ada 1 pesawat C- 130 akan airborne ke arah Losari untuk persiapan melaksanakan dropping. Leader pun memutuskan untuk bergeser sedikit ke arah selatan. Tak lama kemudian terdengar suara Mayor Pnb Dedy salam menyampaikan bahwa The jupiters sudah boleh meninggalkan holding point untuk melaksanakan display. Darah the jupiters berdesir, tiba sudah saatnya menampilkan apa yang dilatihkan selama ini. Perhatian dan konsentrasi semakin dipertajam, tak ada satupun yang mengeluarkan suara kecuali leader yang memberikan aba - aba.......For Jupiter roll...Rollling.....Rolling ............. Now!!!!! semua pesawat rolling dan setelah recover turn right joint ke leader. Sekonyong - konyong Mayor Safeano berteriak "Ada Baloooon !!!!!"

INSIDEN BALON

Teriakan mayor Safeano menghentak The jupiters, timbul pertanyaan besar di benak masing - masing, balon apa? dari mana ? kok bisa dilepas ? siapa yang melepas? puluhan pertanyaan yang muncul tersebut tidak terjawab. Keinginan wingman melihat posisi balon harus di tekan karena tidak mungkin perhatian dipecah saat melakukan manuver extrim. Leader kemudian langsung menanyakan ke duty VCP. Terjadi sedikit keributan di bawah karena tidak ada yang mengetahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas terlepasnya balon udara tersebut. Namun leader jupiters tetap bertindak sigap dan tenang. Alhamdulillah the Jupiters masih dalam lindungan Allah, Angin bertiup cukup kencang dari arah laut, balon itupun terbang mengikutiarah angin menuju daratan, bisa dibayangkan jika balon gas sebesar rumah itu tertabrak pesawat maka suatu accident fatal akan terjadi atau min imal pertunjukan The jupiters hari itu akan gagal. Angin di pantai losari saat itu memang bertiup cukup kencang namun aliran udaranya merata, didukung dengan kondisi geografis pantai yang relatif datar menyebabkan tiupan angin tidak menyebabkan bumpy yang dapat mempengaruhi manuver the jupiters.

Selama 20 menit display, ke-17 manuver yang dilaksanakan oleh The Jupiters dapat dilaksanakan dengan sempurna oleh the Jupiters, tepuk tangan dan histeria penonton selama pelaksanaan display terutama dalam manuver synchro yang sering membuat jantung penonton behenti berdegup. Seluruh manuver dapat dilaksanakan dengan baik dan tanpa cela, ini dapat diwujudkan hanya dengan kerja semangat, dan kerja sama sehingga keserasian dan keselarasan selama display dapat terwujud. Tarian - tarian udara yang ditampilkan oleh The jupiters di pantai Losari ini memang luar biasa, lukisan yang ditore di langit biru makassar hari itu sungguh terlihat sangat indah dikombinasikan dengan cuaca cerah pantai losari dengan background pulau - pulau kecil, perahu dan sampan yang berlabuh merupakan daya tarik tersendiri bagi para penonton hari itu.

Sungguh merupakan kebanggaan tersendiri bagi The Jupiters karena hari itu mampu menampilkan yang terbaik sehingga upacara pembukaan Makassar internasional parachuting accuracy water landing championship and boogie jump dapat berlangsung dengan meriah, aman dan lancar. Namun dengan hasil tersebut The jupiters tidak boleh berpuas diri dan sombong. The Jupiters harus mengasah terus kemampuannya sehingga maneuver – maneuver berikutnya dapat ditampilkan dengan lebih baik dan sempurna. Keesokan harinya tanggal 12 september 2011 The Jupiters meninggalkan Makassar menuju Home base dengan perasaan suka cita tiada terkira.

.

Friday, July 29, 2011

JUPITER AEROBATIC TEAM SEASON I


Orang - orang yang besar adalah seseorang yang selalu mengingat jasa, pengorbanan dan perjuangan para pendahulunya. Tanpa jasa-jasa para pendahulu, kikta tidak mungkin ada di sini. Hal itu pula yang berlaku bagi team Jupiters. Season II tahun 2011 yang sedang dijalani saat ini tidak lepas dari peran pendahulu yang telah merintis jalan yang penuh onak dan duri sehingga saat ini team yang baru mendapatkan beberapa permintaan untuk tampil di berbagai kegiatan nasional maupun internasional. JAT season I dipimpin oleh letkol Pnb Ramot "Congo" Sinaga alumnus AAU tahun 1993, Jupiter 2 Mayor Pnb Feri "Mirage" Yunaldi luusan AAU tahun 1997, Jupiter 3 Kapten Pnb Anton "Sioux" Pallaguna alumnus AAU tahun 2000 yang saat ini pindah tugas ke Skadron Udara 11 Makassar, Jupiter 4 Mayor Pnb Onesmus "Pecker" GRA, No 5 adalah Mayor Pnb Budi "Grizzly" Susilo yang saat ini tengah menjalankan misi internasional sebagai military observer di Congo dan yang terakhir adalah Mayor Pnb Jazmes "Octopus" singal yang saat ini menjadi komandan Skadron Udara 21.

Thursday, July 21, 2011

THE INSTRUCTORS

Instruktur dalam Jat adalah instruktur penerbang senior dalam jupiter Aerobatik team yang berperan dalam proses regenerasi penerbang- penerbang baru JAT. Saat ini ada beberapa instruktur JAT yang aktif mentransfer ilmu kepada para juniornya, yaitu :
  1. Kolonel Pnb Anang "Morgan" Nurhadi yang merupakan lulusan Akademi TNI AU angkatan tahun 1987. Mantan komandan Wingdik Terbang yang pernah menjabat sebagai komandan Lanud Banjarmasin ini memiliki pengalaman ribuan jam terbang dan pernah menerbangkan beberapa tipe pesawat antara lain AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53, F-5 Tiger dan F-16.
  2. Mayor Pnb James "octopus" Singal saat ini menjabat sebagai komandan Skadron Udara 21 yang tidak lama lagi akan menggunakan pesawat Super Tucano buatan Brazil. Octopus, pria kelahiran airmadidi sulawesi utara yang merupakan alumnus AAU 1996 saat ini aktif mengajar formasi aerobatik JAT di tengah kesibukannya sebagai Komandan Skadron Udara 21. beberapa pesawat yang pernah diterbangkannya antara lain : AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53 dan F-5 Tiger.
  3. Mayor Pnb Feri " Mirage" Yunaldi yang merupakan penerbang asal pariaman Sumatera Barat yang beberapa bulan ke depan akan melaksanakan pendidikan Sesko di Luar negeri merupakan ex Jupiter 2. Penerbang alumnus AAU 1997 dan penggemar masakan pedas ini pernah menerbangkan beberapa macam pesawat antara lain AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53 dan Hawk 109/209.

Sunday, July 17, 2011

THE BACKSEATERS


The Backseaters adalah sebutan bagi para penerbang JAT yang duduk di belakang. Tugas dari backseaters adalah sebagai buddy safety, membantu front seater dan juga sekaligus menjalankan proses regenerasi untuk menggantikan front seater pada musim berikutnya. Dalam tim JAT ada beberapa penerbang yang tergabung dalam the backseaters, yaitu :

  • Mayor Pnb Toto "Gringgo" Ginanto yang merupakan Buddy Safety,
    J-586 yang alumnus AAU 1997 ini merupakan test pilot pesawat KT-1 B Wong Bee dan pesawat T-34 Charlie. Sebelumnya pernah menerbangkan A-4 Skyhawk dan OV-10 Bronco.
  • Mayor Pnb Rizaldy "Bido" Efranza. Backseater no 4 dan lebih dikenal sebagai J-629. Alumnus AAU tahun 1997. Sebelumnya menerbangkan C-130 hercules dan memiliki pengalaman yang cukup banyak di Operasional.









  • Mayor Pnb Safeano "Chippy" Cahyo Wibowo merupakan Leader's Backseater pada kesempatan tertentu. Alumnus AAU 1998 dikenal sebagai J-705 sebagai Standby Right Wing yang akan disiapkan menempati posisi Right Wing sebelumnya menerbangkan C-130 B/H/BT Hercules dan memiliki pengalaman operasional di dalam dan luar negeri. Pria kelahiran Surabaya yang besar di Jakarta pada saat ini menjabat sebagai Komandan Flight Ops A Skadik 102.









  • Mayor Pnb Putu "Colibri" Sucahyadi dikenal sebagai J-648 merupakan alumnus AAU Tahun 1999 berada diposisi Standby Slot yang nantinya akan mengisi posisi Slot. Saat ini Mayor Putu sedang menyelesaikan kuliah S-2nya di Universitas Gajah Mada yang sebelumnya menerbangkan Helikopter colibri di Skadron Udara 7 Kalijati.







  • Mayor Pnb Andi "Warhawk" Abadi merupakan alumnus AAU tahun 1998 lebih dikenal dengan sebutan J-718 sebelumnya menerbangkan pesawat Hawk 109/209 dan Cassa 212.
  • Kapten Pnb Ivy"Tiger Shark" Safatillah alumnus AAU tahun 2000 lebih dikenal sebagai J-662 sebelumnya menerbangkan OV-10 Bronco.